Oknum Mahasiswa Pukul Polisi, Ditetapkan Tersangka

08 April 2019 19:46
Oknum Mahasiswa Pukul Polisi, Ditetapkan Tersangka

POSMAKASSAR.COM – Awal Juli alias Wawan (22), mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Makassar akhirnya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang polisi.

Sebelumnya, aparat kepolisian mengamankan Awal di salah satu indekos di Kabupaten Gowa, pada Sabtu malam (7/4/2019), setelah lebih dari 24 jam dilakukan penyelidikan.

Polrestabes Makassar menetapkan oknum mahasiswa Fakultas Filsafat dan Politik itu sebagai tersangka, setelah diduga kuat melakukan tindakan tidak layak terhadap seorang perwira polisi yang bertugas sebagai Provost di Polsek Tamalate Makassar, saat mahasiswa melakukan unjuk rasa di pertigaan Jalan AP Pettarani dan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Jumat (5/4 /2019) lalu.

“Iya, yang bersangkutan (Awal) sudah kami tetapkan tersangka,” ungkap Kasatreskrim Polrestabes Makassar, Akbp Indratmoko saat dikonfirmasi, Senin (8/4/2019).

Menurut Indratmoko, tersangka Awal Juli alias Wawan dikenakan pasal 212 dan 214 KUH Pidana.

“Karena menganiaya pejabat saat melaksanakan tugasnya, pada pasal 212 itu, ancaman hukumannya satu tahun empat bulan dan dalam pasal 214 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukumannya hingga tujuh tahun penjara, paling lambat,” katanya.

Polisi saat ini juga masih melakukan pengembangan untuk mengetahui dugaan keterlibatan orang lain dalam kasus pemukulan aparat ini.

Menurut AKBP Indratmoko, tersangka memukul polisi karena kesal saat dihalang-halangi untuk membakar ban di tengah jalan yang kala itu menimbulkan kemacetan.

“Jadi dia (Awal) kesal karena aksinya diganggu sama polisi. Padahal polisi kan cuma berusaha menertibkan. Dihalang-halangi polisi, karena dia mau menutup jalan dan membakar ban,” katanya.

Seperti diketahui, aksi pemukulan polisi tersebut sempat diabadikan oleh warga hingga video tersebut menjadi viral di sosial media (sosmed).

Dalam video amatir berdurasi satu menit 26 detik ini, saat unjuk rasa terlihat terjadi pertengkaran kecil antara pihak pengamanan (polisi) dengan pengunjuk rasa (mahasiswa). 

Ipda Darwis, terlihat berusaha untuk meredam pertengkaran tersebut, namun sebaliknya ia mendapatkan perlakuan kasar, dia dipukul oleh tersangka, tepat pada bagian kepala.

Beruntung, Ipda Darwis saat itu sedang menggunakan pengaman kepala (helm), sehingga tidak mengakibatkan luka serius akibat pukulan tangan dari oknum mahasiswa tersebut. Usai pemukulan itu, terlihat para mahasiswa ini pun satu persatu mulai membubarkan diri dari lokasi aksi. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya