Penanganan Aparat Kepolisian Dinilai Lambat, Kakak Kandung Korban Rosalina Curhat di Media Sosial

18 April 2019 04:47
Penanganan Aparat Kepolisian Dinilai Lambat, Kakak Kandung Korban Rosalina Curhat di Media Sosial

POSMAKASSAR.COM – Pihak keluarga korban mengeluhkan lambatnya penanganan aparat kepolisian dalam mengungkap motif dan pelaku pembunuhan wanita cantik, Rosalina Komalasari (18) yang ditemukan tewas dengan 27 luka tusukan, dalam kamar 209 Hotel Benhill, Jalan Toddopuli Raya, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Kamis (12/4/2019) lalu.

Keluhan pihak keluarga koban tersebut, disampaikan Reva Ayunda Novitasari, kakak kandung Rosalina Komalasari, melalui tulisan yang diunggah diberanda facebook miliknya.

Menurut Reva, meski aparat kepolisian dikabarkan tengah bekerja keras memburu sejumlah orang yang dicurigai dan diduga terlibat sebagai pelaku dalam kasus pembunuhan tersebut, dan telah menemukan sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP), namun pihak keluarga tetap saja menilai lambatnya penanganan aparat dalam mengungkap siapa pelaku pembunuhan sebenarnya.

Reva Ayunda Novitasari yang dihubungi awak media, Rabu (17/04/2019) malam, mengakui jika tulisan curhatnya berjudul “Tolong bantu kasus adik saya Ochaa (panggilan akrab Rosalina Komalasari) cepat terselesaikan” yang diunggah di akun media sosialnya itu, pada Senin (15/04/2019) pukul 00.38 Wita, mengatakan bila tulisan tersebut sengaja diunggahnya agar aparat kepolisian dan pihak-pihak terkait dapat secepatnya mengungkap kasus itu dan menangkap serta menghukum pelakunya, setimpal dengan perbuatan yang dilakukan terhadap adiknya sebagai korban.

Berikut ini petikan tulisan curhat Reva Ayunda Novitasari : Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Pertama-tama saya ingin menyampaikan keluh kesah yang dialami keluarga kami tentang kasus yang menimpa adik saya, Rosalina Komalasari. Yakni kasus pembunuhan wanita dengan 27 tusukan di kamar Hotel Benhill Makassar yang terjadi pada Kamis 11 April 2019. Sejak kejadian itu, berita terbunuhnya adik saya sudah tersebar di berbagai media online maupun di TV swasta.

Saya pribadi dan keluarga merasa terpuruk dan hingga hari ini kami masih berduka. Pada saat kejadian, orang tua saya memang benar menolak dilakukan visum, karena mereka berpikiran buat apa lagi divisum sementara sudah jelas luka-luka yang dialami almarhumah adik saya. Setelah itu, pihak kepolisian sendiri sudah meminta semua informasi tentang almarhumah ke keluarga kami. Pihak keluarga pun telah memberikan informasi yang kami ketahui dengan sejelas-jelasnya.

Kepada keluarga kami, pihak kepolisian juga berjanji akan menyelesaikan kasus almarhumah Rosalina dalam kurun waktu 2 x 24 jam (2 hari). Tapi kenyataannya sampai detik ini pihak keluarga kami belum mendapatkan informasi yang jelas tentang pelaku dan motif pembunuhan tersebut. Disini saya hanya ingin kasus adik saya cepat terungkap dan terselesaikan penanganannya karena sudah banyak bukti petunjuk yang mengarah ke pelakunya.

Pertama, bukti rekaman CCTV di Hotel Benhill yang memperlihatkan pelaku dan almarhumah adik saya. Kedua, bukti di TKP yang sudah sangat jelas terdapat banyak sidik jari pelaku. Ketiga, bukti kendaraan motor yang digunakan pelaku usai melakukan perbuatan kejinya, merupakan motor milik Rosalina yang dibawa kabur. Dan keempat adalah bukti HP milik korban yang juga diambil oleh pelaku.

Kami sudah memberikan semua informasi yang bisa membantu aparat kepolisian, seperti siapa teman-teman dekat almarhumah, media sosial milik Rosalina yang terhubung di HP ibunya, plat motor, STNK dan BPKB motor, dan nomor HP sampai nomor IMEI dari HP kepunyaan korban yang dibawa pelaku. Tetapi kenapa kasus adik saya penanganannya berlarut-larut, dan setiap kami meminta informasi ke kepolisian, yang diberikan hanya informasi itu-itu saja.

Aparat penegak hukum selalu menyampaikan tentang begitu sulitnya pelaku ditemukan meski sudah bekerja keras mencari. Pihak kepolisian juga selalu beralibi bahwa yang menghambat kinerja mereka karena sedang menghadapi Pemilu. Bahkan polisi juga melarang kami memberikan informasi kepada awak media (wartawan).

Bapak-bapak kepolisian yang kami hormati dan sayangi, saya hanya minta dan memohon kasus adik saya cepat terselesaikan. Kasihan adik saya sudah berada dalam kuburnya sementara pelakunya masih bebas berkeliaran diluar sana. Kami mohon sebesar-besarnya bantuan bapak untuk menyelesaikan kasus almarhumah Rosalina Komalasari agar beliau juga tenang disana dan kami pihak keluarga bisa tenang pula.(*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya