Pengakuan Keluarga Korban, Sebelum Terbunuh Rosalina Sering Mendapat Ancaman

18 April 2019 20:12
Pengakuan Keluarga Korban, Sebelum Terbunuh Rosalina Sering Mendapat Ancaman

POSMAKASSAR.COM – Pihak keluarga korban pembunuhan wanita cantik Rosalina Komalasari (18), yang ditemukan tewas dengan 27 luka tusukan di kamar 209 lantai 2 Hotel Benhill Jalan Toddopuli Raya, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar pada Kamis (11/04/2019), menduga kemungkinan keterlibatan mantan pimpinan atau atasan korban, ditempat kerja semasa hidupnya.

Dugaan itu diungkapkan kakak kandung Rosalina, yakni Reva Ayunda Novitasari kepada awak media, saat dihubungi Rabu (17/04/2019) malam.

Menurut alumni Politeknik Negeri Ujungpandang ini, kecurigaan tersebut cukup beralasan karena sebelum almarhum ditemukan sudah jadi mayat di dalam kamar Hotel Benhill, mantan atasannya yang berinisial ‘A’ dan suaminya ‘S’ alias ‘K’ selalu mengancam serta meneror korban melalui telepon.

“Setahu saya, Rosalina hanya punya masalah dengan mantan bossnya. Karenanya, sampai sekarang ini saya bersama keluarga sangat mencurigai kematian almarhum ada kaitannya dengan mantan bossnya. Apalagi sebelum adik saya terbunuh, mantan bossnya itu selalu menelpon korban dan orang tua saya terutama ibu serta mengeluarkan ancaman yang membahayakan keselamatan diri Rosalina,” ungkap Reva.


Foto terakhir almarhumah Rosalina Komalasari (kiri) bersama keluarganya.

Reva mengisahkan, sebelum menemui ajalnya secara tragis, Rosalina pernah terjebak bekerja sebagai SPG produk rokok dan minuman ditempat usaha milik ‘A’. Suatu ketika, adiknya berhenti bekerja disana, namun hal itu tidak diterima baik oleh mantan bossnya. Karena sudah tidak mau lagi bekerja sehingga ‘A’ dan suaminya terus-terus menelpon mengeluarkan ancaman hingga meneror keselamatan diri korban jika kelak bertemu mereka.

“Mereka berdua, ‘A’ dan suaminya, selalu menelpon ke adik saya dan juga orang tua kami terutama ibu, dengan mengeluarkan kata-kata mengancam dan meneror. Mereka bilang, awas kalo Rosalina ketemu mereka di jalan. Jangan panggil namanya ‘K’ kalo selamat jika ketemu mereka diluar. Dengan ancaman itulah sehingga keluarga kami merasa curiga dengan keterkaitan mereka dalam peristiwa pembunuhan ini,” polos Reva.

Lebih jauh Reva menjelaskan, setahu dirinya sesuai cerita dari adiknya, bahwa usaha dari ‘A’ dan suaminya adalah semacam Event Organizer yang mempunyai banyak tenaga SPG (Sales Promotion Girl) untuk memasarkan produk rokok atau minuman serta kerap diundang di even-even. Namun belakangan, belum lama ini ‘A’ tersangkut kasus prostitusi online yang digrebek Polrestabes Makassar di Hotel Citadines.

Menurut Reva, dalam kasus prostitusi online yang dibongkar aparat kepolisian di hotel Jln Sultan Hasanuddin Makassar itu pada Kamis (04/04/2019) malam, ‘A’ sempat ditahan pihak Polrestabes Makassar, namun kabar terakhir yang diperolehnya jika bersangkutan sudah bebas sebelum Rosalina ditemukan terbunuh. “Saya juga heran, kasus prostitusi seperti itu, kok gampang sekali keluar yaa ?,” ujarnya.

Ketika ditanya tentang kemungkinan adanya pelaku lain yang dicurigai, Reva Ayunda mengakui sejauh ini kecurigaan pihak keluarganya hanya kepada mantan atasan almarhum karena merekalah yang selalu mengancam dan meneror. Ia juga membantah terkait dugaan yang mengarah ke mantan suami korban dan juga seorang pria yang belakangan diketahui sebagai kekasih atau pacar Rosalina.

“Kalau mantan suaminya, tidak mungkinlah. Karena bersangkutan sedang ditahan di Rutan Gunungsari. Dan sejak tiga bulan sebelum masuk Rutan, Rosalina dan mantan suaminya sudah tidak pernah berhubungan. Sedangkan kekasih atau pacar korban, saya tahu bukan dia pelakunya. Selain dia sudah diperiksa polisi, saya juga masih intens berkomunikasi dengannya. Jangankan membunuh, memukul saja dia tidak berani,” tegasnya.

Setahu Reva, sejak adiknya berpisah dengan suaminya, pacar Rosalina hanya satu saja. Jika ada yang lain, ia tidak mengetahuinya karena adiknya semasa hidupnya juga tidak terlalu terbuka soal pertemanannya. Sementara terkait dugaan keterlibatan mantan boss Rosalina, diakui Reva sudah pula diperiksa pihak kepolisian, namun ia tak mengetahui hasilnya lebih lanjut.

Reva mengakui pula telah melihat hasil rekaman CCTV di Hotel Benhill pada hari kejadian dan memperlihatkan adanya seorang pria dengan ciri-ciri yang telah dikantongi aparat kepolisian. Namun kenyataannya, meski sudah ada petunjuk rekaman CCTV dan juga sejumlah barang bukti hingga jejak sidik jari di TKP, toh sampai sekarang ini polisi belum bisa mengungkap siapa pelakunya dan apa motif pembunuhan ini.

Kabar terakhir dari kepolisian, papar Reva, HP milik almarhum yang dibawa lari pelaku sempat masih aktif, dan jejak GPSnya terdeteksi di daerah Kampung Rama. Setelah itu belum ada lagi informasi dan perkembangan yang berarti. Belakangan ini, polisi hanya selalu menanyakan tentang sosial media milik Rosalina. Dan kami pun sudah berikan media sosial korban yang bisa dibuka cuma yang terhubung di HP ibunya, itupun setelah diperiksa tidak ada yang aneh-aneh.

“Keluarga kami sudah bekerjasama aparat kepolisian dengan mau memberikan semua informasi yang diminta. Tentang motor kepunyaan almarhum yang dibawa kabur pelaku, juga HP dan nomor IMEInya, serta orang-orang dekat korban maupun yang dicurigai kemungkinan keterlibatannya. Untuk itu, saya dan seluruh keluarga mengharapkan kasus adik saya bisa cepat terungkap,” tandas Reva Ayunda Novitasari. (*/SM)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya