Pelaku Tidak Akui Kondom Bekas Dalam Kamar, Polisi Terus Dalami Kasus Pembunuhan Rosalina

20 April 2019 02:05
Pelaku Tidak Akui Kondom Bekas Dalam Kamar, Polisi Terus Dalami Kasus Pembunuhan Rosalina

POSMAKASSAR.COM – Aparat kepolisian terus mendalami motif pembunuhan janda muda Rosalina Komalasari alias Ochaa (18), yang tewas dengan 27 luka tusukan benda tajam didalam kamar 209 Wisma Benhill Jalan Toddopuli Raya, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar pada Kamis (11/04/2019) lalu.

Meski tersangka Indra Anugrah Saputra (20), warga Jalan Nipa-Nipa, Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, telah diamankan dan diinterogasi, namun aparat tampaknya masih terus berupaya mengungkap motif sesungguhnya dibalik peristiwa pembunuhan tersebut.

Dalam pemeriksaan awal yang dilakukan aparat kepolisian dari Reskrim Polrestabes Makassar, Jumat (19/04/2019), tersangka Indra Anugrah Saputra mengaku membunuh korban menggunakan sangkur karena tidak terima dimaki dengan kata ‘sundala’ yang diucapkan Rosalina, saat keduanya terlibat percekcokan terkait batalnya bookingan dengan seorang tamu.

Sedangkan soal alat kontrasepsi atau kondom bekas pakai dan dosnya yang ditemukan polisi dalam kamar 209 Wisma Benhill, tersangka Indra tidak mengakui jika barang bukti tersebut adalah miliknya. Tersangka juga mengelak dugaan maupun tudingan dirinya telah melakukan hubungan intim sebelumnya dengan korban yang notabene adalah temannya sendiri.

Keterangan yang dihimpun media ini mengungkapkan, peristiwa berdarah yang merenggut nyawa janda cantik beranak satu yang masih balita itu, berawal ketika tersangka menghubungi Rosalina melalui pesan WhatsApp (WA) yang menyampaikan adanya seorang tamu yang minta tolong dicarikan wanita bookingan untuk melayani hasrat biologisnya. Mendengar tawaran dari pelaku sebagai penghubung tamu tersebut, korban lalu menyetujui dan sepakat membooking korban pada tempat yang dipilih, yaitu Wisma Benhill, Jalan Toddopuli Raya, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakukkang Kota Makassar.

Setelah terjadi kesepakatan diantara keduanya, korban kemudian meluncur dari rumahnya di Jalan Tamangapa Raya III No.3/4C, depan Toko Fitri 3, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar menuju Hotel Benhill di Jalan Toddopuli Raya dengan mengendarai sepeda motor miliknya, merek Yamaha Mio Soul warna kombinasi hitam biru bernomor polisi DD 4461 VB dan tiba sekitar pukul 13.00 Wita.

Namun setelah korban bersama pelaku bertemu di Wisma Benhill dan kemudian check-in bersama menggunakan identitas palsu dengan nama Dita di kamar 209, korban dikabarkan kesal lantaran sudah sekitar 1 jam menunggu, namun tiba-tiba tamu yang akan menbookingya itu membatalkan secara sepihak. Akibatnya, keduanya lalu terlibat percekcokan hebat, hingga korban memaki-maki pelaku dengan melontarkan kata-kata kotor.

Tidak terima dengan makian kasar dan merasa tersinggung dengan perkataan kotor yang diucapkan Rosalina, akhirnya Indra mencabut sangkur yang dibawanya, kemudian menikam tubuh korban berkali-kali.

Usai menghabisi korban sampai jatuh tergeletak bersimbah darah di atas tempat tidur dengan posisi tengkurap, pelaku menutupi tubuh korban menggunakan 2 buah bantal lalu meletakkan lagi sebuah kursi kayu menindis diatasnya.

Selesai mengeksekusi Rosalina, tersangka lalu membuang sangkur dan sarungnya dibawah tempat tidur, kemudian mengambil HP serta motor milik korban, lalu kabur meninggalkannya dalam kamar Wisma Benhill. Menurut tersangka, saat itu dia melarikan diri ke Jalan Barukang Utara Kota Makassar untuk bersembunyi di salah satu rumah rekannya.

Terkait pengakuan tersangka dalam pemeriksaan awal itu, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko kepada media menerangkan, masih akan mendalami pengakuan sementara pelaku, dan akan terus berupaya mengungkap lebih jelas apa motif sebenarnya dibalik peristiwa pembunuhan tersebut. Menurutnya, dari hasil keterangan tersangka itu, sangat berbeda dengan fakta dan barang bukti yang ditemukan pihaknya dì TKP.

Yang jelas, tambahnya, tersangka Indra Anugrah Saputra bersama sejumlah barang bukti yang diamankan di TKP maupun yang disita dari tangan pelaku berupa 1 buah HP merek Oppo S5 dan 1 unit motor Yamaha Mio Soul yang dibawa lari tersangka, kini telah diserahkan ke Mapolsek Panakukkang guna proses hukum lebih lanjut. Tersangka bakal dijerat dengan pasal 338 KUHP dan tidak tertutup kemungkinan pasal 340 KUHP.

Apa yang diterangkan Kasat Reskrim Polrestabes AKBP Indratmoko itu, dibenarkan oleh Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Dwi Wahyu Wibowo dan juga Kapolsek Panakukkang Kompol Ananda Fauzi, ketika dikonfirmasi, Jumat (19/4/2019) siang.

“Dari hasil interogasi sementara yang dilakukan aparat kepolisian, pelaku kejahatan masih tunggal, dan saat ini masih dalam proses pengembangan penyidikan,” singkat Kapolrestabes.

Sementara itu, Reva Ayunda Novitasari, kakak kandung Rosalina Komalasari sewaktu dihubungi media ini, mengakui telah mengetahui dan dihubungi pihak kepolisian yang mengabarkan perihal tertangkapnya pelaku pembunuhan adiknya.

Menurut alumni Politeknik Negeri Ujung Pandang ini, pelaku diketahuinya bernama Indra Anugrah Ishak dan bukan Indra Anugrah Saputra. Meski demikian, ia tak mengenal pelaku dan bersangkutan juga tidak pernah datang ke rumahnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya