Sebar Isu Provokatif di Medsos, Pria Paruh Baya ini Diciduk Polisi

29 April 2019 12:24
Sebar Isu Provokatif di Medsos, Pria Paruh Baya ini Diciduk Polisi

POSMAKASSAR.COM – Diduga kuat menyebarkan isu provokatif di akun media sosial (medsos) miliknya, pria berinisial SA (50) akhirnya diciduk polisi.

Pria paruh baya ini ditangkap karena menyebarkan isu terkait hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada 22 Mei 2019 nanti, yang menurutnya akan terjadi kerusuhan.

“Dia melakukan ujaran kebencian yang diposting melalui video. Ujaran kebencian bahwa akan terjadi huru-hara pada 22 Mei 2019 yang meresahkan masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondhani di Mapolda Sulsel, Makassar, Senin (29/4/2019).

Menurut Dicky, SA ditangkap pada Jumat (26/4/2019) di Makassar. SA memposting video itu melalui akun Instagram-nya, @reaksirakyat1 pada hari yang sama. Dalam video itu, dia menyebut KPU akan mengumumkan hasil pilpres dan hasilnya tidak seperti yang diharapkan oleh pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. 

Karenanya, dia menyebut pada 22 Mei 2019 itu seluruh masyarakat akan turun ke jalan dan meminta Presiden Jokowi turun dari jabatannya. 

“Dia ini diduga melakukan provokasi supaya ada kerusuhan 22 Mei nanti dan seolah membenturkan TNI dan Polri,” ungkap Dicky. 

Polisi menjerat SA dengan Undang-undang ITE dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar. Polisi juga akan mengembangkan kasus ini untuk mencari tahu siapa dalang di balik pembuatan video tersebut.

Sementara itu saat dikonfirmasi, SA mengatakan video unggahannya adalah analisis pribadinya. Dia membantah ada pihak yang memintanya untuk melakukan provokasi.

“Tidak ada yang suruh saya. Ini pribadi,” kata dia. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya