Miliki Sabu dan Sejumlah KTP Palsu, Seorang IRT dan Dua Rekannya Diringkus Polisi

10 May 2019 02:58
Miliki Sabu dan Sejumlah KTP Palsu, Seorang IRT dan Dua Rekannya Diringkus Polisi

POSMAKASSAR.COM – Dua pria dan seorang ibu rumah tangga (IRT) diringkus Tim Khusus (Timsus) Polsek Rappocini, di rumah kos yang berlokasi Jalan Sungai Saddang, Kota Makassar, Kamis (9/5/2019) dini hari.

Ketiganya, Ilham Said alias Ilham (49), Hilda Guntur (44) dan Muharram alias Muha (39).

Saat memasuki kamar, Timsus yang dipimpin Panit II Reskrim Polsek Rappocini Iptu Nurtcahyana itu mendapati Ilham dan Hilda. Keduanya diduga usai menggunakan sabu. Polisi pun melakukan penggeledahan.

Hasilnya, polisi menemukan satu saset sisa sabu yang diduga isinya baru saja digunakan, korek gas beserta sumbu, satu alat hisap sabu (bong).

Selain itu, juga ditemukan delapan saset sisa sabu lainnya, satu pirex, satu alat hisap sabu (bong kecil) lengkap dengan pipet, tiga korek gas dan dua pipet.

Polisi juga menemukan 31 lembar KTP scan (palsu) dan satu lembar STNK sepeda motor.

Usai mengamankan Ilham dan Hilda, polisi melakukan pengembangan dengan mendatangi tempat tinggal seorang terduga lainnya, Muharram alias Muha yang juga berlokasi di Jalan Sungai Saddang.

Saat tiba, polisi mendapati Muharram sedang tertidur pulas di atas jok bentornya. Muharram pun dibekuk.

“Hasil interogasi, pria Ilham membenarkan bahwa dirinya telah mengkonsumsi narkoba jenis sabu bersama kedua orang temannnya, yakni Muharram dan perempuan Hilda di rumah kosnya sekitar pukul 10.00 Wita,” kata Kapolsek Rappocini Kompol Supriady Idrus.

Kepada polisi, ketiganya mengaku membeli barang haram itu secara patungan seharga Rp 100 ribu.

Sementara itu, Kepala Unit (Panit) II Timsus Resmob Polsek Rappocini, Ipda Nurtcahyana menambahkan, terkait barang bukti KTP Palsu yang telah di scan oleh Hilda, akan dilakukan pengembangan lebih lanjut.

KTP yang disita itu diduga akan disalahgunakan. Berdasarkan pengakuan Hilda, dia melakukan pemalsuan identitas untuk melakukan pinjaman sejumlah uang kepada penyedia pinjaman online.

“Untuk itu, kita akan lakukan lagi pendalaman terkait itu,” ungkap Nurtcahyana.

Kini ketiganya mendekam di sel tahanan Polsek Rappocini, sementara bandar atau penjual barang haram yang dikonsumsi ketiganya, masih dalam pengejaran polisi. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya