Mantan Panglima Laskar Jihad Indonesia dan Enam Tersangka Lainnya Dipindahkan ke Makassar

15 May 2019 22:17
Mantan Panglima Laskar Jihad Indonesia dan Enam Tersangka Lainnya Dipindahkan ke Makassar

POSMAKASSAR.COM – Mantan Panglima Laskar Jihad Indonesia, Ja’far Umar Thalib (JUT) bersama enam anggotanya  dipindahkan ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Sebelumnya JUT (58) ditahan di Markas Polda Papua karena terlibat dalam  kasus  pengancaman dan pengrusakan rumah penduduk di Koya, Kota Jayapura.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Makassar, Ulfadrian Mandalani mengatakan, ketujuh tersangka dipindahkan ke Makassar karena pertimbangan keamanan.

Ketujuh tersangka rencana akan bakal disidangkan di Pengadilan Negeri Makassar. “Tersangka dipindahkan ke Makassar karena sesuai  fatwanya akan disidangkan di Makassar,” kata Ulfadrian kepada awak media, di Kantor Kejari Makassar.

Dalam penyerahan itu, para tersangka dikawal oleh tim Mabespolri dan tim Kejaksaan Agung dan Kejari Jayapura.

Meskipun disidangkan di Makassar, kata Ulfa, ketujuh tersangka tetap akan ditangani oleh tim Jaksa Agung dan Kejari Jayapura selama proses persidangan berlangsung.

“Di Makassar hanya sebagai tempat saja,” sebutnya. Untuk tempat penahanya sendiri, Ulfa enggan membeberkan lokasinya ke awak media.

Ulfa menambahkan untuk pelimpahan ke  meja persidangan sendiri diagendakan paling lambat dalam pekan depan.

“Kalau pelimpahan secepatnya sebelum lebaran karena masalah masa penahanan,” tuturnya.

Adapun keenam tersangka lain adalah AJU (20), S alias AY (42), AR (43), IJ (29), MM alias Z (31), dan AR alias A (20).

Sebelumnya, Direktorat Reskrim Umum Polda Papua mengamankan JUT beserta enam anggotanya terkait insiden perusakan rumah warga, Rabu, 27 Februari 2019 lalu. Sasaran perusakan adalah rumah keluarga Henock Niki di Jalan Protokol Koya Barat, Distrik Muara, Kota Jayapura.

Peristiwa berawal saat Henock memutar musik dengan suara keras di rumahnya. Tiba-tiba segerombolan orang berbaju putih datang membawa samurai. Massa mengatakan musik yang dinyalakan Henock mengganggu ibadah di masjid. Massa lalu merusak pengeras suara yang digunakan untuk menyetel musik dan pergi dengan menggunakan mini bus.

JUT dan enam orang pengikutnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

AJU dan AY disangka berperan membawa samurai dan melakukan pengrusakan terhadap speaker di rumah korban.

Sedangkan tersangka lain AR, IJ, MM dan AR disangka berperan ikut mendatangi rumah korban dan memperingati korban untuk mematikan musik.

Sekadar informasi, ketujuh tersangka dikenakan pasal 170 Ayat 2 tentang pengerusakan, ditambahkan dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya