Siswa SMP Tewas Tertembak Oknum Polisi, Keluarga Korban Minta Kasusnya Diusut

18 May 2019 00:26
Siswa SMP Tewas Tertembak Oknum Polisi, Keluarga Korban Minta Kasusnya Diusut

POSMAKASSAR.COM – Seorang siswa SMP, Sandi Saputra bin Sukardi (15) diduga menjadi korban penembakan liar oleh oknum Polisi di Makassar, Minggu (12/5/2019) lalu.

Korban Sandi Saputra adalah warga perkampungan Hollywood Lorong 312 Jalan Nuri, Kelurahan Bontomarannu, Kecamatan Mariso, Kota Makassar. Dia mengalami luka tembak di bagian kepala kiri bawah. Setelah sempat dirawat, korban kemudian dinyatakan meninggal pada Rabu (15/5/2019) sore kemarin, di RS Bhayangkara, Kota Makassar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa penembakan yang dialami Sandi Saputra ini, terjadi pada Minggu (12/05/2019) pagi, sekitar pukul 06.30 Wita. Awalnya, Sandi Saputra bersama temannya Fadli (24) berboncengan mengendarai motor dan pergi menjemput kakaknya, Amirullah (24).

Ketika pulang menjemput kakaknya, mereka berboceng tiga. Di tengah jalan, motor yang dikendarai Sandi Saputra di kejar oleh polisi. Dan tak lama kemudian, diduga tanpa ada peringatan terlebih dahulu,  polisi kemudian melepaskan tembakan kearah mereka dan mengena bagian kepala Sandi Saputra.

Korban Sandi Saputra dikabarkan sempat dirawat di RS Bhayangkara dan mengalami koma selama empat hari. Dalam kondisi koma itu, keluarga korban terus mendampinginya hingga pelajar SMP tersebut menghembuskan nafas terakhirnya, pada Rabu (15/05/2019).

Sementara itu, Amirullah selaku kakak korban sekaligus saksi kejadian mengisahkan penembakan tersebut. Ia mengatakan, pada Minggu subuh itu, korban bersama seorang temannya menjemputnya di rumah. Dengan berbonceng tiga, mereka mengendarai motor menyusuri Jalan Cendrawasih bersama dengan konvoi motor lain. Amirullah yang mengendarai motor, korban berada ditengah sementara temannya duduk di belakang.

Tak cukup lama berkendara, mereka melihat polisi dari arah depan. Dari pernyataan kakak korban, polisi tersebut diketahui memakai motor KLX dengan perlengkapan lengkap. Dia menyakini polisi tersebut adalah Satuan Perintis. Namun saat ditanya perihal jumlah anggota Perintis, ia mengaku tak tahu.

Konvoi motor lain pada berhamburan, ia juga segera berbalik arah lantas menuju rumah tantenya di Jalan Baji Minasa. Ia mengaku kecepatan motor saat itu sekitar 60-70 km/jam. Awalnya ia tidak mengetahui bahwa mereka dikejar oleh satu motor satuan Perintis. Namun, temannya memperingatkannya untuk menambah kecepatan motor sebab sudah ada polisi yang mengejar. Kata Amirullah, saat itu hanya ada dua polisi dengan mengendarai satu motor berada dibelakangnya.

Tak cukup lama setelah berbelok, terdengar suara tembakan dari arah belakang. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 06.30. Awalnya Amirullah tidak menghiraukan suara tembakan tersebut. Ia mengira tembakan itu diarahkan ke atas. Namun temannya langsung panik, temannya meminta untuk menambah kecepatan motor, sebab temannya melihat korban sudah berdarah di bagian kepala.

“Balap ki cepat motormu, kena tembakan adikmu,” ujar Amirullah menirukan seruan temannya.

“Pas saya balik, saya lihat mi darah, saya bilang ke temanku, ‘pegang adekku, pegang adekku’”, ucap Amirullah kepada awak media saat ditemui dirumah korban, Rabu (15/5/2019) malam.

Ia pun segera menambah kecepatan karena takut akan ada penembakan lagi. Ia sempat menanyakan kepada temannya perihal keberadaan polisi tersebut, namun pengakuan temannya, polisi yang mengejarnya langsung berbelok arah setelah penembakan.

“Kalau motor itu, motor KLX, hitam-hitam dua, temannya yang gandeng ki, baru itu temannya di belakang yang menembak,” ucapnya.

Atas kejadian tersebut, paman korban yang juga calon legislatif terpilih pada Pemilu 2019 ini, H. Hasanuddin Leo, SE, MSi, Ak, meminta pihak kepolisian untuk segera memproses oknum polisi pelaku penembakan yang telah menewaskan remaja tersebut.

Menurut caleg terpilih dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu, kejadian ini menunjukkan bahwa aparat kepolisian telah melakukan tindakan yang tidak profesional. Selain karena kelalaiannya dalam menjalankan tugas, juga berakibat fatal yang merugikan dan bahkan sampai menghilangkan nyawa orang tidak bersalah.

“Saya sangat prihatin atas insiden kejadian ini. Kita pun selaku masyarakat menyayangkan atas kelalaian akan tindakkan petugas kepolisian,” katanya kepada awak media ini saat ditemui dirumah duka, Kamis (16/05/2019).

Ia juga menyayangkan atas sikap kepolisian terhadap penanganan kasus ini. Padahal keluarga korban sudah melaporkan kejadian tersebut sejak beberapa hari yang lalu. Namun, hingga saat korban meninggal belum ada inisiatif. Hal itu menimbulkan kesan bahwa kepolisian seakan menyepelekan nyawa seseorang

“Atas meninggalnya keponakan saya ini, saya mewakili keluarga meminta pihak kepolisian segera menindak lanjuti dan menuntaskan kasus serta menindak tegas oknum polisi pelaku penembakan,” ucapnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya