Serukan People Power di Medsos, Honorer Dinsos Sulsel Diciduk Polisi

18 May 2019 06:43
Serukan People Power di Medsos, Honorer Dinsos Sulsel Diciduk Polisi

POSMAKASSAR.COM – Tim Cyber Crime Subdit 5 Ditreskrimsus Polda Sulsel, menangkap seorang tenaga honorer Dinas Sosial (Dinsos) Sulsel, Muhammad Aufar Afdillah Alham (29), di Jalan Adhyaksa 2 Kompleks Kejaksaan, Kamis (16/5/2019).

Pria asal Kota Sengkang Kabupaten Wajo ini, terpaksa berurusan dengan petugas Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel setelah ketahuan menyebarkan isu SARA dan ujaran kebencian serta penghasutan melalui media sosial facebook miliknya.

Di akun facebooknya, dia menulis sebuah seruan kepada Masyarakat untuk ikut gerakan People Power. “Kami tidak perlu capek menunggu kesiapan KPU karena semua juga pun sia sia. Karena kami jauh siap untuk people power tanggal 20-22 Mei 2019. Diperkirakan memakan 200 korban jiwa nanti,” tulis di akunnya.

“Pelaku melakukan postingan ajakan kekuatan orang dengan tujuan untuk mengajak orang-orang yang membaca postingannya ikut ke jalan pada tanggal 22 Mei mendatang saat mengumumkan dari KPU ,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Jumat (17/5/2019).

Menurut Dicky Sondani, pelaku berhasil ditangkap setelah anggota Cyber Crime melakukan patroli di media sosial, melalui sejumlah akun facebook. Kemudian ditemukan akun atas nama Muh Aufar Afdillah Alham, yang kebetulan saat itu memposting ujaran kebencian di facebook miliknya.

“Postingan tersebut dibuat Alfar pada tanggal 15 Mei 2019, dan terungkap setelah Unit Cyber Krimsus Polda Sulsel menggelar patroli Cyber,” kata Dicky.

Postingan itu kata dia, bermaksud untuk mengajak orang-orang yang telah membaca untuk ikut aksi people power pada 22 Mei mendatang, ketika hasil perghitungan suara diumumkan oleh KPU dan untuk menyuarakan keadilan atas kecurangan yang dilakukan KPU.

“Akun seperti ini jelas melanggar pidana dan ucapan dia sangat berbahaya sekali di media sosial dan ini diketahui masyarakat luas,” kata Dicky.

Saat diintrogasi, Alfar mengaku sebagai seorang honorer di salah Kantor Kemensos wilayah Sulsel yang bekerja sejak tahun 2012. Alfar juga mengaku kekecewaannya terhadap Pemerintah sehigga ia berani mengajak people power yang akan berlangsung 22 Mei 2019 mendatang.

Pelaku juga mengaku sebagai alumnus salah Perguruan Tinggi di Bandung, Jawa Barat. Namun belum diketahui apakah ia salah anggota di Tim Sukses salah satu Paslon Presiden dan Wakil Presiden.

“Kalau menurut keterangan awal, ini sepertinya belum ada. Tapi kita akan dalami, apakah dia ikut di salah satu tim kelompok paslon A atau B. Kita akan dalami,” ucap Dicky.

Sementara itu, Kasubdit 5 Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel, AKBP Musa menambahkan, dari status Alfar iti pihaknya juga telah memeriksakan di ahli bahasa. “Dan Ahli pun menyebut postingan pelaku dinilai mengandung unsur penghasutan dan ujaran kebencian,” tuturnya.

Saat ini pelaku sementara diamankan di Mapolda Sulsel guna proses hukum selanjutnya. Pelaku dikenakan undang-undang Informasi dan Transaksi Elektonik (ITE). pasal 45a UU 19 tahun 2016 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dengan denda sebesar Rp1 miliar. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya