Usai Dipolisikan, Bang Hasan Dikabarkan Berusaha Kabur

27 May 2019 02:47
Usai Dipolisikan, Bang Hasan Dikabarkan Berusaha Kabur

POSMAKASSAR.COM – Setelah dipolisikan terkait tindak pidana pengancaman menggunakan senjata api yang terjadi di lobi Hotel Karebosi Condotel Makassar, Hasan Basri atau Bang Hasan alias Tengsang, boss PT Tosan Permai Lestari yang mengelola pusat belanja Karebosi Link dan Makassar Trade Center (MTC), dikabarkan berusaha kabur, pada Minggu (26/5/2019).

Pengusaha yang penah dikenal sebagai boss judi ketangkasan di Makassar ini, mencoba kabur namun aksinya digagalkan Polres Pelabuhan yang mencegatnya di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Ia selanjutnya digiring menuju Mapolres Pelabuhan Makassar untuk dimintai keterangan atas aksi ‘koboinya’ tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelapor bernama Hendri, seorang pedagang kelahiran Jeneponto 9 Desember 1980, yang juga merupakan kader Pemuda Pancasila (PP), mempolisikan Bang Hasan terkait tindak pidana pengancaman menggunakan senjata api atau pistol yang terjadi di lobi Hotel Karebosi Condotel, Makassar, sekira pukul 17.51 Wita, Minggu (26/5/2019).

Dalam laporannya di kepolisian Nomor : STPL/176 b/V/2019/SPKT yang diterima oleh Aiptu Risyal, awalnya Hendri, warga Jalan Landak Baru Lr. 5C Nomor 37 sebagai korban tidak terima atas perlakuan pihak pengelola MTC Karebosi, sehingga sempat terjadi cekcok. Namun saat dipertemukan dengan Bang Hasan, pelapor mengaku diancam dan ditodongkan senjata api oleh Bang Hasan.

Kabar penodongan dan pengancaman tersebut, juga memantik amarah kader PP di Makassar. Usai shalat Isya ratusan kader PP menyerbu MTC. Di depan pusat perbelanjaan di Jalan Ahmad Yani itu mereka menggelar orasi.

“Kami meminta aparat kepolisian untuk bertindak tegas dan menangkap Hasan Basri. Kami juga meminta aparat kepolisian untuk tidak main-main dalam kasus ini. Kasus penodongan dan pengancaman yang dilakukan oleh Hasan Basri terhadap kader PP harus diusut tuntas,” tegas Ketua MPW Pemuda Pancasila, Diza Rasyid Ali.

Hal senada dikatakan ketua OKK MPW PP Sulsel, Zulkifli Thahir. Ia pun berharap kejadian serupa tidak terulang. Bang Cule, sapaanya menyesalkan sikap arogan yang ditunjukkan oleh Bang Hasan.

‘’Dari segi usia Bang Hasan itu kan sudah sangat dewasa. Kalau ada masalah kan bisa dibicarakan baik-baik tanpa harus mengacungkan senjata,” papar politisi Partai Demokrat ini di tengah aksi unjuk rasa depan MTC.

Sementara itu, Ketua BPPH PP Sulsel, Andi Arfan Sahabuddin, S.H.,M.H. mengecam tindakan ‘koboi’ bang Hasan, ini sudah sangat keterlaluan, sipil yang dengan mudahnya menenteng senjata dan menondongkan senjata ke salah satu kader Pemuda Pancasila.

“Ini melanggar Hukum, sudah sangat jelas masuk dalam ranah pengancaman dan Undang- Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api. Sekalipun pelakunya adalah orang yang berpengaruh, tetap harus ditindaki sesuai Hukum yang berlaku. Sesuai dengan equality before of law, persamaan kedudukan di hadapan hukum”, ujar Aan sapaan akrabnya saat mendampingi korban di Polres Pelabuhan.

Atas laporan tersebut, tambah Aan, terlapor akan dikenai pasal berlapis diantaranya Pasal 336 tentang pengancaman dengan ancaman 2 tahun 8 bulan kemudian Pasal 1 UU no 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api, ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau hukuman penjara sementara 20 tahun. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya