Senpi Milik Bang Hasan Berizin Resmi, Polisi Terus Dalami Kasusnya

29 May 2019 06:06
Senpi Milik Bang Hasan Berizin Resmi, Polisi Terus Dalami Kasusnya

POSMAKASSAR.COM – Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus penodongan senjata api (Senpi) yang dilakukan Hasan Basri alias Bang Hasan, boss PT Tosan Permai Lestari yang mengelola pusat belanja Karebosi Link dan Makassar Trade Center (MTC), terhadap seorang pedagang bernama Hendrik.

Aparat kepolisian juga dikabarkan telah melakukan penyelidikan izin kepemilikan senjata api jenis pistol yang digunakan Bang Hasan saat terjadinya kasus penodongan di lobi Hotel Karebosi Condotel, Makassar, Minggu (26/5/2019) lalu.

“Untuk senjata api yang dimiliki Bang Hasan, jenisnya pistol. Kita lihat dulu izinnya. Sementara ini masih kita lihat surat-surat yang dimiliki, apakah sesuai dengan yang dimiliki,” kata Kapolres Pelabuhan AKBP Haris Bachtiar di kantornya, Senin (27/5/2019).

Selain itu, kata Haris, pihaknya juga masih mendalami alasan Bang Hasan berada di Bandara Sultan Hasanuddin saat ditangkap pada Minggu (26/5/2019) malam. Dia belum bisa memastikan apakah Bang Hasan hendak kabur pada saat itu atau ada alasan lain.

“Kita masih dalami. Yang jelas kita amankan di bandara, kita dalami apa tujuannya dan keberadaannya kita dalami,” ungkapnya.

Seperti diketahui, pedagang yang ditodong pistol oleh Hasan Basri alias Bang Hasan adalah lelaki Hendrik (38). Dia mengaku ditodong karena memprotes sebuah pameran yang dianggap merugikan pedagang. 

Hendrik mengaku sebagai salah seorang pedagang ponsel di MTC. Kejadian penodongan ini terjadi pada Minggu (26/5/2019). Saat itu Hendrik bersama teman-temannya sesama pedagang di lantai I Mal MTC memprotes adanya pameran di lantai ground mall tersebut.

“Jadi dua kali saya ditodong oleh Hasan Basri,” ujar Hendrik saat ditemui.

Setelah penodongan senjata itu, Hendrik mengaku diajak berbicara oleh anak Bang Hasan bernama Hensen. Namun, tidak lama berbicara soal pameran dengan Hensen, Hendrik sekitar pukul 17.30 Wita langsung ke kantor polisi melaporkan peristiwa penodongan itu.

“Saya laporkan soal ancaman karena saya ketakutan ditodong pistol. Saya merasa ada ancaman karena jari Hasan Basri sudah di pelatuk saat ancam saya,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi awak media mengatakan, setelah aparat kepolisian melakukan pemeriksaan, Bang Hasan dinyatakan memiliki izin senpi yang dikeluarkan oleh Polda Metro Jaya.

“Adapun senjata api yang dimiliki Hasan ini memiliki izin dari Polda Metro Jaya. Jadi tidak ada masalah,” kata Dicky Sondani di Makassar, Selasa (28/5/2019) kemarin.

Dicky menjelaskan status Bang Hasan hingga kini masih terperiksa di Polres Pelabuhan. Pemeriksan terhadap pengusaha terkenal di Makassar itu, katanya, telah dilakukan sejak kemarin malam.

“Kita tunggu saja hasil perkara dari Polres Pelabuhan,” paparnya.

Pihak kepolisian, lanjut Dicky, juga masih terus mendalami alasan Bang Hasan hingga berani mengeluarkan pistol kepada salah seorang pedagang di MTC saat itu, yaitu terhadap lelaki Hendrik. Dia menduga, Bang Hasan mungkin terbawa emosi saat itu.

“Kalau kita melihat situasi, mungkin dia (Bang Hasan) emosi, dia tertekan perasaan yang tidak enak sehingga mengeluarkan senjata itu. Kan tidak mungkin dia dalam keadaan tenang-tenang mengeluarkan senjata,” jelasnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya