Kasus Pengancaman Pistol, Bang Hasan dan Hendrik Berujung Damai

02 June 2019 04:00
Kasus Pengancaman Pistol, Bang Hasan dan Hendrik Berujung Damai

POSMAKASSAR.COM– Kasus pengancaman menggunakan senjata api yang terjadi di lobi Hotel Karebosi Condotel Makassar yang dilakukan oleh Hasan Basri atau Bang Hasan alias Tengsang terhadap lelaki bernama Hendrik, akhirnya berujung damai.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hendrik seorang pedagang kelahiran Jeneponto 9 Desember 1980, yang juga merupakan kader Pemuda Pancasila (PP), mempolisikan Bang Hasan hingga boss PT Tosan Permai Lestari yang mengelola pusat belanja Karebosi Link dan Makassar Trade Center (MTC) itu sempat ditahan oleh aparat kepolisian pada Minggu (26/5/2019).

Namun, laporan tersebut tak berujung lama lantaran pelapor mencabut laporan dengan berdalih bahwa dirinya sudah memaafkan tingkah dan kekhilafan Bang Hasan tersebut.

“Hendrik sudah mencabut laporannya yang dibuat di Polres Pelabuhan, dengan perdamaian ini kita harap dapat dipahami oleh kedua pihak,” ujar Kapolres Pelabuhan, AKBP Aris Bachtiar di kantornya, Sabtu (1/6/2019).

Sementara Hendrik saat ditemui mengaku bahwa dirinya mencabut laporannya itu lantaran telah menganggap Hasan Basri sebagai orang tuanya sendiri.

“Itu betul, saya sudah datang ke Polres pelabuhan dan memberitahukan kepada penyidik untuk menghentikan kasus dan mencabut laporan saya, tanpa ada intervensi dari pihak manapun,” tuturnya.

Kedua pihak ini berdamai di hadapan Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Aris Bachtiar, di Mapolres Pelabuhan Makassar, Jalan Ujung Pandang, Sabtu (1/6/2019) kemarin. 

Usai menyatakan sikap damai, keduanya tampak terburu – buru meninggalkan lokasi Mapolres Pelabuhan.

Meski demikian, pihak Polres Pelabuhan dikabarkan masih tetap menyita senjata api (pistol) jenis FN beserta amunisinya milik Bang Hasan yang digunakan mengancam Hendrik saat peristiwa tersebut.

Menurut Aris, Bang Hasan memang memiliki Izin Kepemilikan Senjata Api (IKSA), yang dikeluarkan Direktorat Intelkam Polda Sulsel. 

“Kasus ini akan menjadi pelajaran dan masukan bagi Intelkam Polda Sulsel, bisa dievaluasi kepemilikan senjata api yang bersangkutan, tergantung nanti apakah dilakukan penarikan atau penertiban senjata api,” tutur Aris.

Sementara itu, pengacara Hendrik, Andi Ifal Anwar, yang dikonfirmasi mengaku tidak diberitahu kliennya terkait perdamaiannya dengan Bang Hasan. Sebelumnya, Ifal mendampingi Hendrik membuat laporan dan mengikuti Gelar Perkara di Polres Pelabuhan Makassar.

“Saya tidak diberitahu Hendrik kalau ada perdamaian dengan Bang Hasan, saya juga tidak tahu kalau dia sudah cabut laporannya,” kata Ifal. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya