Rayu Polwan untuk VC Telanjang Dada, Alfiansyah Dipenjara 3 Tahun

13 June 2019 05:51
Rayu Polwan untuk VC Telanjang Dada, Alfiansyah Dipenjara 3 Tahun

POSMAKASSAR.COM – Seorang Polwan di Makassar, Sulsel dikabarkan tertipu dengan akun fiktif di Facebook atas nama Kompol Tyo Darks. Ia terbujuk rayuan Kompol palsu itu, hingga mau video call (VC) dengan pose telanjang dada. Belakangan diketahui, ternyata Kompol Tyo Darks adalah narapidana di LP Kota Agung, Lampung yang sejatinya bernama Alfiansyah.

Kasus ini bermula saat pria kelahiran 7 Agustus 1994 itu menjalani pidana di LP Kota Agung, Lampung. Di dalam sel, ia masih bisa bermain gawai dan aktif di Facebook.

Di medsos itu, ia mengaku sebagai anggota Polda Metro Jaya berpangkat Kompol dengan nama akun Tyo Darks. Untuk meyakinkan pengguna sosmed lainnya, ia memasang foto seorang anggota polisi berseragam.

Dengan akun medsos itu, ia kemudian memulai pertemanan dengan sesama korps Polri, termasuk para Polwan, salah satunya yaitu korban. Dari perkenalan di FB itu, Alfiansyah intens berhubungan dengan korban yang posisinya ada di Makassar.

Pada 24 Juli 2018 pagi, mereka terlibat video call (VC) WhatsApp. Alfiansyah merayu korban yang baru selesai mandi untuk membuka handuknya. Awalnya korban tidak mau, tetapi kemudian dirayu sehingga korban terbujuk dan membuka handuknya. 

Tanpa diketahui korban, Alfiansyah ternyata men-screenshoot video call itu. Alfiansyah akhirnya mengantongi foto korban yang sedang telanjang dada.

Dengan modal foto tersebut, Alfiansyah lalu mencoba memeras korban. Tidak hanya itu, foto korban juga disebar ke Grup WhatsApp Polwan. Alhasil, korban menjadi malu dan kariernya hancur. Korban pun dipecat dari satuannya.

“Saya merasa malu dan dipecat,” kata korban yang tertuang dalam putusan PN Makassar sebagaimana dikutip dari website MA, Rabu (12/6/2019).

Sesuai pengakuan korban, ia mengenal lelaki Alfiansyah di Facebook dan menjalin hubungan asmara. Ia melakukan video call dengan harapan bisa bertatap muka atau melihat langsung Alfiansyah.

“Saya dihubungi kembali olehnya dan dimintai uang Rp 2,5 juta yang katanya akan digunakan untuk biaya perbaikan kendaraan,” tutur korban.

Namun korban tidak menyanggupinya. Karena tidak dikirimi uang, Alfiansyah mengirim SMS ke korban dan mengancam menyebarkan foto telanjang dada korban.

“Saya baru mengetahui sekitar pukul 15.30 Wita dari teman angkatan di kepolisian melalui Grup WhatsApp ‘Polwan Nusantara’ yang tugas di Bengkulu,” tutur korban.

Lalu siapakah Alfiansyah itu ? Selidik punya selidik, ia merupakan terpidana kasus pembunuhan. Saat itu, ia sedang menjalani masa pemidanaan di LP Kota Agung. Dari 8 tahun penjara yang harus dijalani, ia sedang menapak tahun ketiga.

“Saya melakukan komunikasi dengan korban di dalam Kamar 5 Blok B Lapas Kota Agung, Tanggamus,” tutur Alfiansyah.

Setelah kasus ini terbongkar, Alfiansyah kemudian diangkut dari LP Lampung ke Makassar untuk diadili.

“Menjatuhkan pidana kepada Alfiansyah alias Fian bin Saum dengan pidana penjara selama 3 tahun dan denda sejumlah Rp 5 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, diganti dengan pidana penjara selama 2 bulan,” ujar majelis yang diketuai oleh Imam Suprijadi dengan anggota Heneng Pujadi dan Rusdiyanto Loleh, sebagaimana dilansir website MA, Selasa (11/6/2019).

Hal yang memberatkan yaitu perbuatan Alfiansyah menghancurkan karier korban. Selain itu juga membuat malu korban.

“Perbuatan terdakwa dilakukan pada saat Terdakwa menjalani pidana di Lapas Kota Agung, Tenggamus, Bandar Lampung,” putus majelis dengan suara bulat. (dtc/*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya