11 Komplotan Begal Sadis Diringkus, 4 Pelaku Dibawah Umur

17 June 2019 22:32
11 Komplotan Begal Sadis Diringkus, 4 Pelaku Dibawah Umur

POSMAKASSAR.COM – Setelah meringkus otak pelaku begal sadis, Rahmat alias Enal (27), tim unit Kejatahan dan Kekerasan (Jatanras) Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, kembali menangkap komplotan begal sadis lainnya yang kerap beraksi di wilayah Makassar hingga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Dari 11 orang pelaku yang berhasil diringkus, termasuk Rahmat alias Enal yang diciduk sebelumnya pada Sabtu (15/6/2019), 4 diantara begal sadis tersebut dikabarkan masih tergolong anak di bawah umur.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengatakan, komplotan ini diotaki Rahmat alias Enal (27) warga BTN Mangga Tiga, Kecamatan Biringkanaya. Lalu joki dan eksekutor lainnya bernama Muh Nur Hidayat (17) dan Nadir (17) keduanya juga merupakan warga jalan Mangga Tiga Kota Makassar, serta pelaku lainnya berinisial TW (18) dan AR (16).

Sementara 6 penadah yang turut diamankan ialah Kahar (24), Abidin (34), Aminuddin (29), Rahman (38), Andi Jamal (20), serta Fadil (21).

Mereka ini sudah beraksi sejak Desember 2018 lalu hingga April 2019. Ada total 24 TKP mereka lakukan pencurian dengan kekerasan (curas),” ujar Indratmoko dalam konferensi persnya di Aula Polrestabes Makassar, Senin (17/6/2019).

Indratmoko mengatakan, sang otak begal, Enal tak segan-segan menyakiti korbannya jika saat merampas barang, orang yang dijambretnya itu melawan. Dengan bermodalkan parang berukuran panjang, ia menakut-nakuti korbannya.

Salah satu korbannya ialah seorang ibu yang mengalami patah tulang kaki karena terjatuh dari motor saat Enal bersama rekannya yang masih di bawah umur itu menarik tasnya di sekitar Kecamatan Mandai, Maros, beberapa waktu lalu.

“Korban patah kaki, seorang IRT. TKP-nya di Mandai, masuk wilayah Kabupaten Maros. Korban tersebut ketika kejadian itu melakukan perlawanan sehingga terjatuh. Kejadiannya malam, sasarannya handphone sama tas,” jelasnya.

Lebih lanjut Indratmoko menambahkan, mayoritas komplotan begal ini merampas handphone korbannya. Namun tidak jarang mereka mengambil uang korban serta barang berharga lainnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, saat penangkapan Rahmat alias Enal, polisi terpaksa menembak kaki kanannya lantaran mencoba melarikan diri dan melakukan perlawanan terhadap petugas.

Menurut Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Ahmad Syah Jamal, pada Sabtu (15/6/2019) lalu, saat melakukan aksinya, para pelaku terbilang cukup sadis dan tidak segan-segan untuk melukai korbannya. Bahkan dari laporan polisi yang diterima, pelaku diketahui juga pernah membegal seorang wanita hingga mematahkan tulang bagian tangan korban.

“Pelaku beraksi menggunakan parang, tidak segan-segan melukai korbannya. Salah satu laporan yang kami terima korban seorang wanita dilukai sampai tangannya patah saat melakukan aksinya,” jelas Ipda Jamal.

Kini Rahmat alias Enal beserta empat anak buahnya yang masih di bawah umur dikenakan pasal 365 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Sementara enam penadah barang curian Rahmat dkk dikenakan pasal 480 KUHP dengan hukuman 4 tahun penjara.

Namun, empat pelaku begal yang masih berusia di bawah umur, kata Indratmoko akan ditangani secara khusus.

“Karena terkait sistem peradilan anak, kita masih memperlakukan anak sebagaimana ketentuan yang diatur oleh undang-undang, sehingga perlu perlakuan khusus,” ujar Indratmoko merujuk pada tersangka begal yang masih di bawah umur.

Adapun barang bukti hasil kejahatan yang berhasil diamankan yakni, 1 Unit motor Yamaha Mio J warna biru putih milik korban,1 Unit motor Honda Beat milik korban, 1 Unit HP Vivo warna Gold, Unit HP Vivo hitam, 3 buah parang yang sering digunakan pelaku.(*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya