Jelekkan Anggota Polisi di Facebook, Lelaki ini Diciduk Tim Cyber Crime Polda Sulsel

20 June 2019 16:33
Jelekkan Anggota Polisi di Facebook, Lelaki ini Diciduk Tim Cyber Crime Polda Sulsel

POSMAKASSAR.COM – Tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengamankan lelaki Faizal Karaeng Lomba (32), terduga pelaku ujaran kebencian melalui media sosial Facebook miliknya.

Faizal diamankan di Jalan Gunung Bawakaraeng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (18/6/2019) lalu. Dia disebut menyebarkan ujaran kebencian ini di akun medsosnya pada 25 Mei 2019. 

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, ujaran kebencian yang ditulis Faizal di akun Facebook pribadinya itu, yakni menjelek-jelekkan aparat kepolisian yang bertugas saat kerusuhan 21-22 Mei 2019 . 

Dicky pun memperlihatkan tangkapan layar postingan Faizal yang telah dicetak. Dalam postingan itu, Faizal menggabungkan foto aparat kepolisian yang luka dan mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh anggota polisi saat bertugas tidak lebih jihad dari para peserta aksi 21-22 Mei lalu. 

“Dia katakan bahwa ‘Ya Allah luka kecil didramatisir. Katanya mereka jauh lebih jihad, hello bosku, bukan saya membenci aparat, cuma sedikit info ji, sudah kewajiban aparat negara untuk menjalankan tugas untuk mengamankan situasi, toh juga mereka digaji tidak kerja gratis,'” demikian potongan kalimat dalam postingan Faizal yang dibacakan Dicky Sondani, pada Konferensi Pers, di Mapolda Sulsel, Kamis (20/6/2019).

Dicky mengatakan, postingan itu mengakibatkan terjadi perbedaan pendapat di dunia maya sehingga mengakibatkan banyak warga yang terhasut sehingga postingan tersebut dinyatakan sangat berbahaya.

“Modusnya tidak suka aparat kepolisian yang jaga keamanan di Jakarta. Dia (pelaku) anggap luka biasa saja,” kata Dicky.

Akibat postingan yang diunggah pada tanggal 25 Mei 2019, pukul 09.13 Wita tersebut, kata Dicky, tidak sedikit orang kemudian bisa membenci aparat kepolisian.

“Apalagi kalau kita lihat situasi pada 21-22 Mei ada ratusan orang yang ditangkap dan mereka itu perusuh bukan demonstran. Seolah-olah mengatakan bahwa anggota kita yang luka ini hanya main-main saja tidak ada apa-apanya ini. Ini sangat berbahaya jika membiarkan ujaran kebencian seperti ini,” ungkapnya.

Atas perbuatan kurir komputer ini, polisi pun menetapkannya sebagai tersangka dan dijerat dengan Undang-undang ITE.

Dari penangkapan Faizal, polisi menyita satu unit ponsel dan tangkapan postingan berita dalam akun Facebook miliknya. 

Saat ini tersangka ditahan di Polda Sulsel dan masih dijadwalkan untuk diperiksa lebih lanjut.

Berikut isi postingan pelaku di akun medsosnya dengan nama Faizal Karaeng Lomba:

“Ya Allah luka kecil didramatisir. Katanya mereka juah lebih dari jihad… Hello bosku!! Bukan saya membenci aparat, cmn sedikit info ji.. Sdh kewajiban aparat negara menjalankan tugas untuk mengamankan situasi, tho jg mereka digaji tidak kerja gratis.. Ketika meninggal jg dia ada tunjangan buat anak istrinya boskuuu!!
Apakah itu disebut lebih jihad??

PASANG OTAKMU DI KEPALA BUKAN DI ETALASE DISPLAY TOLOL!!!

Pbh jihad mana dengan anak yang meninggal dibunuh demi mencari keadilan?? Innalillahi Wainna Ilaihi rajiun

Get well very soon buat aparat negara, janganki lupa kasih Betadin luka ta pak bosss!!!

(*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya