Setelah Periksa None, Penyidik Akan Tetapkan Tersangka Korupsi Kapal Latih SMK

21 June 2019 18:54
Setelah Periksa None, Penyidik Akan Tetapkan Tersangka Korupsi Kapal Latih SMK

POSMAKASSAR.COM –¬†Setelah memeriksa sejumlah saksi dan terakhir terhadap Kadis Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo alias None, penyidik Satreskrim Polrestabes dikabarkan akan segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan delapan kapal latih SMK Kemaritiman di Dinas Pendidikan Sulsel.

Seperti diketahui, None diperiksa pada Rabu (19/6/2019) pagi, di ruangan penyidik Satreskrim di lantai dua Polrestabes Makassar, dari sekitar pukul 09.00 hingga 12.30 Wita. Dalam pemeriksaan itu, adik mantan Gubernur Sulsel dua periode, Syahrul Yasin Limpo ini dicecar dengan 25 pertanyaan.

“Iya, dalam waktu dekat ini kita tetapkan tersangka kasus itu,” tegas Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (21/6/2019) sore.

Meski demikian, menurut Indratmoko, syarat untuk bisa melakukan penetapan tersangka dugaan kasus korupsi yang memakan anggaran 34 Milyar itu, yakni setelah dilakukannya gelar perkara.

“Kita melakukan proses gelar perkaranya dulu, nanti di Polda Sulsel. Setelah itu kita baru bisa tahu siapa tersangkanya. Soal itu nanti saya kabari,” jelas Indratmoko.

Kedepannya kata AKBP Indratmoko, tidak menutup kemungkinan None akan kembali dipanggil lagi.

Hal itu setelah dilaksanakan gelar perkara kasus dalam waktu dekat.

“Nanti kita pelajari lagi jawaban dari yang bersangkutan (None) dan dari saksi lain, kita nanti bicara lagi, jadi tidak menutup kemungkinan,” ungkap AKBP Indratmoko.

Dugaan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pengadaan delapan kapal latih SMK Kemaritiman oleh Disdik Sulsel, diketahui telah naik ke tahap penyidikan.

Polisi juga masih enggan menyebut berapa tersangka yang telah dibidik dan masih menunggu hasil penghitungan kerugian negaranya.

Disamping menunggu hasil penghitungan kerugian dari BPKP. Tim Polrestabes dalam kasus ini juga melibatkan tim ahli Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKKP).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus ini bergulir sejak Maret 2019, dan delapan kapal latih SMK itu pun telah disita sebagai bukti.

Penggunaan anggaran proyek itu berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) anggaran tahun (At) 2018 sebanyak kurang lebih Rp 34 Milyar yang harus selesai pada tahun 2018. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya