Mayat Pria Bertato di Kanal Panakkukang Diduga Kuat Korban Pembunuhan

24 June 2019 03:46
Mayat Pria Bertato di Kanal Panakkukang Diduga Kuat Korban Pembunuhan

POSMAKASSAR.COM – Aparat kepolisian kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab kematian pria bertato tanpa busana dan kaki terikat kawat besi, yang ditemukan di salah satu kanal pada lahan timbunan milik TNI AD, sekitar Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Minggu (23/6/2016).

Aparat gabungan dari Polsek Panakkukang dan Tim Biddokkes Polda Sulsel yang melakukan olah TKP ulang di lokasi kejadian itu, untuk sementara menyakini bila pria tersebut meninggal dunia secara tidak wajar atau menjadi korban pembunuhan.

“Hari ini kita melakukan olah TKP ulang karena olah TKP pertama (dini hari tadi), pandangan kita masih sangat minim. Dan olah TKP kedua ini, kita menemukan petunjuk baru dan patut kita curigai, penemuan mayat ini bukan penemuan mayat biasa alias korban pembunuhan,” kata Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda Fauzi Harahap saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurut Ananda, berdasarkan hasil pemeriksaan tim Forensik Biddokkes Polda Sulsel bahwa di tubuh korban ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan seperti luka robek dan memar. Adapun luka robek yaitu pada dibagian bawah ketiak dan dibelakang punggung serta luka memar dibeberapa bagian tubuh lainnya seperti di paha, lengan dan bibir.

“Dugaan awal luka-luka itu akibat benda tajam atau senjata tajam,” tambahnya.

Mayat tanpa identitas ini ditemukan di kanal lahan milik TNI AD. Dimana di lokasi itu tengah dilakukan penimbunan tanah karena lahan tersebut tidak merata. Sehingga, pihak pemilik lahan mengambil timbunan tanah tersebut di daerah Jalan Sungai Saddang, di Kota Makassar.

Dicurigai mayat itu ikut terangkut atau terbawa pada saat dilakukan pengambilan timbunan tanah menggunakan mobil, dari jalan Sungai Saddang Baru menuju ke lokasi penemuan mayat, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar.

“Dan olah TKP ini kita menemukan petunjuk baru bahwa timbunan ini di ambil dari wilayah Sungai Saddang Baru. Dan kuat dugaan kita bahwa mayat ini terangkut dari Sungai Saddang ke lokasi ini. Mayat itu ikut di mobil pengangkut timbunan tanah kemarin,” terangnya.

Meski demikian, kata Ananda, pihaknya masih akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap  kasus ini. Sementara itu, ia juga berharap bagi masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya dan memiliki ciri-ciri seperti korban agar segera melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

Berdasarkan data post Mortem yang didapatkan, korban diprediksi berusia 35 – 40 tahun dengan tinggi badan kurang lebih 164 cm. Korban diketahui berambut pendek ikal, muka oval, bibir tebal, terdapat tahi lalat pada pipi kiri dibawah mata dan berjenggot. Korban juga memiliki tatto pada lengan kiri bergambar salib.

“Saat dilakukan pemeriksaan, tanda yang mudah dikenali ialah korban bertato pada lengan kiri bergambar tambah atau salib. Dan kakinya juga di ikat erat dengan kawat besi,” beber Paur Kedokteran Forensik (Doksi) Biddokkes Polda Sulsel, AKP Sulkarnain, saat ditemui di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Dia menjelaskan bahwa korban diduga telah meninggal dunia sudah lebih dari 24 jam atau dua hari. Karena, mayat korban sudah pembengkakan dan juga proses pembusukan.

“Sudah ada proses pembusukan, pria tersebut diduga telah meninggal dunia sudah lebih dari 24 jam atau lebih dari dua hari,” tambahnya.

Terkait dengan identitas korban, Sulkarnain mengaku belum bisa mengidentifikasinya. Meski sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan melalui sidik jarinya dengan menggunakan alat medis Identifikasi Portabel Sistem (IPS). Dan identitas korban tidak terdeteksi.

“Belum bisa mengidentifikasi melalui sidik jari yang bersangkutan. Tapi teman-teman dari penyidik masih terus berusaha melakukan proses identifikasi,” ungkapnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya