AUHM dan BNNP Sulsel Gelar Diskusi dan Sosialisasi Bahaya Narkoba

29 June 2019 09:06
AUHM dan BNNP Sulsel Gelar Diskusi dan Sosialisasi Bahaya Narkoba

POSMAKASSAR.COM – Mencermati perkembangan kasus-kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di Kota Makassar pada khususnya dan Sulawesi Selatan pada umumnya, dimana hampir setiap saat selalu ada temuan aparat kepolisian terkait masalah Narkoba, maka Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM) mengajak seluruh masyarakat untuk terus menggaungkan penolakan terhadap segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

Himbauan tersebut diutarakan pada kegiatan Dialog dan Sosialisasi tentang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), dalam rangka peringatan Hari Anti Narkotika Sedunia (HANI) 2019, yang diselenggarakan AUHM bersama BNN Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (28/6/2019) malam, di Sky One Restoran, Jalan Gunung Latimojong Makassar.

Menurut Ketua AUHM, Zulkarnaen Ali Naru, semua unsur termasuk organisasi kepariwisataan, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, sudah separutnya secara terus menerus menggaungkan penolakan terhadap Narkoba, karena Narkoba kini sudah menjadi masalah yang sangat membahayakan dan meresahkan. Jika dibiarkan, maka hal tersebut akan dapat merusak seluruh sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kami ingin negara ini punya kewibawaan karena persoalan narkoba merupakan persoalan yang sangat urgen dan berbahaya, apalagi bila kita melihat dan membaca diberbagai media pemberitaan, masalah Narkoba ini sudah sangat mengkhawatirkan. Pada pintu-pintu masuk Narkoba di Kota Makassar misalnya, tingkat penyalahgunaan dan peredarannya seakan terus meningkat. Angkanya pun sudah terbilang luar biasa, barang buktinya kini sudah mencapai kiloan (Narkoba),” ujarnya.

Maka dari itu, Zul sapaan akrab Ketua AUHM ini berharap pemerintah bersama aparat kepolisian semakin giat dan berupaya terus dalam mengatasi persoalan Narkoba di Sulsel, khususnya di Kota Makassar ini. 

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Sulawesi Selatan, Anas Kaharuddin, mengatakan bahwa point lain dari kegiatan dialog dan sosialisasi yang senantiasa digaungkan pihaknya, tak lain agar masyarakat bisa menyadari bahwa narkoba kini sudah sangat berbahaya karena dampaknya dapat merembet kemana-mana.

Selain bekerjasama dengan AUHM dalam kegiatan dialog dan sosialisasi seperti ini, menurut Anas, pihaknya juga sudah mengagendakan sejumlah kegiatan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat, khususnya terkait dalam peringatan Hari Anti Narkotika Sedunia (HANI) 2019, antaranya Kampanye Anti Narkotika melalui kegiatan sepeda santai milenial sehat pada Minggu (30/06/2019) mendatang.

Pada kegiatan tersebut, katanya, akan mengangkat tema “Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas”.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Bagian Umum BNN Provinsi Sulsel, Jamal, menambahkan bahwa peringatan HANI 2019 yang dilaksanan dengan berbagai kegiatan, tak lain sebagai bentuk keprihatinan dunia terhadap narkotika.

Sedangkan terkait tema sentral pada HANI 2019 yang melirik perhatian kepada kaum milenial, kata dia, tak lain sebagai upaya bersama untuk membangun daya tahan generasi milenial terhadap bahaya penyalahgunaan barang haram tersebut,  dan menyiapkan generasi emas bebas narkoba pada masa yang akan datang. 

“Mereka ini adalah generasi emas pada masanya nanti,  tahun 2030 itu masa-masa emas mereka, jadi kita siapkan dari sekarang kita bentengi, kita berikan sosialisasi,  supaya mereka memiliki daya tahan dan daya tangkal yang kuat terhadap narkoba,” ujar Jamal dalam sesi dialog.

Dia juga menjelaskan, pergaulan di lingkungan kaum milenial saat ini sangat rentan terpengaruh untuk menjajal barang terlarang itu,  berawal dari ajakan teman, anak usia muda ini kemudian berani untuk coba-coba dan puncaknya sampai pada tahap ketergantungan. 

“Sendikat Narkoba itu setiap hari juga memberikan sosialisasi, mempengaruhi para kaum muda untuk coba-coba,  memberikan informasi yang salah, dari teman juga sangat besar pengaruhnya. Makanya, semua hal tersebut wajib kita tangkal bersama dengan memberikan informasi yang benar, kita wajib sosialisasikan kepada generasi milenial kita tentang bahaya dan dampak yang didapat jika coba-coba,”  jelasnya. 

Sementara pengurus GENETIKA Sulsel, Dedi Gunawan mengungkapkan, salah satu kelompok masyarakat yang rawan terpapar penyalahgunaan narkoba adalah generasi milenial, yang berada pada rentang usia 15 hingga 35 tahun.

“Generasi milenial atau yang juga dikenal generasi Y atau gen Y kerap digolongkan sebagai kaum muda dengan karakteristik energi yang cenderung tidak suka dengan aturan, kaum milenial dengan berada berbagai karakteristik baik dan buruk,” katanya.

Upaya menekan peredaran narkoba, tambahnya, tak hanya terkait penindakan hukum namun juga menyangkut berbagai aspek.

Termasuk penanganan terhadap pengguna yang direhabilitasi. Sebab tanpa lingkungan yang mendukung, upaya rehabilitasi tidak akan berjalan seperti yang diharapkan. Bahkan mereka yang direhab bisa kembali menggunakan barang haram tersebut.

“Penting sekali kondisi lingkungan yang mendukung dan memberikan tempat kembali kepada para pengguna narkoba yang telah direhabilitasi agar terputus dengan lingkungan penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Tidak sedikit para pecandu narkoba yang berulang ulang direhabilitasi namun kembali lagi menggunakan narkoba.

“Jadi dukungan dari keluarga dan lingkungan sangat penting sekali agar pecandu yang direhab tidak kembali menggunakan narkoba,” papar Dedi.

Selain dihadiri para pengusaha dan pengelola usaha hiburan, kegiatan ini juga diikuti elemen terkait dan unsur organisasi kemahasiswaan. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya