Nurdin Abdullah Nyatakan Stadion Mattoanging Milik Pemprov Sulsel

05 July 2019 22:32
Nurdin Abdullah Nyatakan Stadion Mattoanging Milik Pemprov Sulsel

POSMAKASSAR.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan segera mengambil alih pengelolaan Stadion Mattoangin Makassar.

Pemprov Sulsel bahkan telah meninjau dan menyerahkan surat bukti berkas kepemilikan aset stadion tersebut kepada pihak Kejaksaan Tinggi.

“Masalah Mattoanging ini sudah kami serahkan ke Kejaksaan Tinggi hari ini juga. Asdatun bahkan sudah meninjau dan melihat langsung kondisi Mattoanging yang memperhatinkan,” ucap Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Pada kesempatan tersebut, Nurdin Abdullah juga menegaskan bahwa pengurus Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) pun sudah seharusnya rela menyerahkan aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel yang selama ini dikuasainya itu.

‘’Tentunya kita juga berharap, YOSS segera menyerahkannya agar stadion ini bisa segera direhabilitasi,” tegas Nurdin Abdullah saat meninjau Stadion Mattaoanging, Jumat (5/7/2019) pagi.

Tidak hanya Stadion Mattoanging, Nurdin Abdullah juga meninjau GOR Mattoanging dan kolam renang. Saat meninjau eks venue Pekan Olahraga Nasional (PON) IV 1957 itu, mantan Bupati Bantaeng dua periode ini didampingi tim Koordinasi Supremasi Pencegahan (Korsupgah) Wilayah VIII Komisi Pemberentasan Korupsi (KPK) Dwi Aprilia Linda, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Agus Joko Santoso, Kakanwil BPN Sulsel dan Dispora (Dinas Kepemudaan dan Olahraga) Sulsel.

Seperti diketahui, sejumlah asset Pemprov Sulsel yang merupakan eks venue PON IV tahun 1957 ini juga dikuasai oleh YOSS sejak1984. Saat itu Andi Matalatta yang menjabat sebagai Ketua KONI menyerahkan pengelolaan seluruh sarana olahraga tersebut kepada YOSS berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum KONI Daerah Sulsel No. 056/X/1984 tanggal 17 November 1984 tentang Pengelolaan Sarana Olahraga KONI Daerah Sulsel.

Sejak saat itu, seluruh asset Pemprov tersebut dikuasai oleh YOSS. Bahkan dikomersilkan. Menurut Nurdin Abdullah, tidak pernah ada bagi hasil serta dampak apapun ke Pemprov Sulsel.

“Kita ingin Stadion Mattoanging cepat diserahkan karena itu adalah aset Pemprov. Tadi sudah diingatkan oleh Asdatun Kejati bahwa aset Pemprov tidak boleh dikomersilkan kecuali jika ada MoU bagi hasil. Selama dikelolah YOSS tidak ada impactnya ke Pemprov,” ungkap Nurdin Abdullah.

Kondisi Stadion Mattoanging saat ini, kata Nurdin, sudah sangat memprihatinkan. Atapnya pun masih berupa seng jaman dulu.

“Ini satu-satunya stadion di dunia yang menggunakan atap seng. Coba lihat,” cetus Nurdin sembari menunjuk ke atas atap stadion yang dibangun tahun 1956 ini.

Ia berharap YOSS berlapang dada menyerahkan seluruh aset Pemrov Sulsel yang dikuasainya. Bahkan Nurdin meminta secepatnya.

‘’Kita serius menyelesaikan masalah ini. Karena itu pemprov Sulsel meminta bantuan KPK dan kejati Sulsel.  Ini semua untuk kepentingan masyarakat Sulsel,” katanya.

Meski melibatkan lembaga hukum namun Pemprov Sulsel masih melakuan upaya pendekatan secara kekeluargaan. ‘’KPK sudah melakukan pendekatan dengan YOSS. Mereka sudah dipanggil. Sekarang kita kembalikan ke Kejati untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Hal senda dikatakan Asdatun Kejati Sulsel Agus Joko Santoso. Ia pun  berharap YOSS untuk tidak menunda-nunda penyerahan asset Pemprov Sulsel yang dikuasainya. ‘’YOSS serahkan saja. Jangan lama-lama,” tegas Agus.

Proses negosiasi sebenarnya sudah belangsung lama. Bahkan KPK sudah memanggil pengurus YOSS. Pada Pebruari lalu telah dilakukan pertemuan di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan. Pertemuan itu  dihadiri pihak Pemprov Sulsel dan YOSS.

“Pemprov Sulsel memiliki sertifikat, sementara YOSS hanya pengelola. Maka kami merekomendasikan untuk melakukan penertiban atas aset tersebut,” ujar Dwi Aprilia Linda. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya