Tebas Tangan Korban dengan Parang, Pelaku Begal Ditembak Polisi

05 July 2019 13:52
Tebas Tangan Korban dengan Parang, Pelaku Begal Ditembak Polisi

POSMAKASSAR.COM – Timsus gabungan Polda Sulsel bersama Polsek Rappocini berhasil meringkus tersangka pencurian dengan kekerasan (Curas) atau begal sadis, Putra alias Aco (18) ditempat persembuyiannya, pada Jumat (5/7/2019) sekitar pukul 01.00 Wita.

Awalanya, kasus begal ini sempat viral di medsos, dimana seorang wanita paruh baya menjadi korban tebasan parang pada kedua tangannya, lantaran berusaha mempertahankan barang berharga miliknya dari aksi pelaku, di Jalan Minasa Sari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar beberapa saat sebelumnya.

Panit Timsus Polda Sulsel Ipda Artenius MB mengungkapkan, Aco melakukan aksi begal kepada seorang perempuan paruh baya usai korbannya tersebut turun dari angkutan kota.

Tanpa banyak kata, Aco yang kala itu dibonceng oleh rekannya bernama Bagong (20), langsung merampas tas dan uang korbannya. 

Namun, korban berusaha mempertahankan tasnya hingga Aco mengeluarkan senjata tajam jenis parang dan menebas tangan korbannya hingga tasnya dilepas.

Tim gabungan Timsus Polda Sulsel dan Polsek Rappocini pun langsung bergerak cepat, mengejar pelaku yang diduga warga Santaria Kecamatan Makassar tersebut. Namun saat digeledah petugas, tersangka tidak berada dirumahnýa.

Polisi kemudian bergegas menuju Jalan Daeng Ramang, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, setelah petugas mendapat informasi keberadaan pelaku disalah satu dirumah kerabatnya.

Saat petugas mengepung rumah yang jadi target, tersangka Putra alias Aco yang diduga baru usai mengkomsumsi Narkotika jenis sabu-sabu itu pun tak berkutik saat melihat sejumlah polisi sudah berdiri didepan pintu rumah neneknya itu. Polisi pun kemudian meringkusnya.

Dari hasil interogasi, Aco mengaku bila aksi tersebut dilakukan tidak sendiri, melainkan bersama seorang rekannya bernama Bagong, yang juga telah diringkus Resmob Polda Sulsel. Ia mengakui berperan sebagai eksekutor dan memarangi korbannya dan mengambil tas berisikan 1 unit Handpone, uang tunai sebesar Rp 250 ribu bersama surat berharga lainnya.

Polisi selanjutnya melalukan pengembangan untuk mencari barang bukti di Jalan Santaria. Namun dalam perjalanan, pelaku Aco mencoba melarikan diri dengan memberontak sehingga motor petugas yang digunakan terjatuh.

Ia pun memanfaatkan kabur dari kawalan polisi. Saat petugas memberikan tembakan peringatan untuk menghentikan pelaku Aco yang berlari kesalah satu arah jalan, pelaku tak menghiraukannya, sehingga dengan terpaksa petugas melakukan tindakan tegas dan terukur, yakni mengarahkan moncong pistol ke bagian kaki pelaku untuk menghentikan langkahnya.

Spontan pelaku pun terjatuh dan merintih kesakitan sambil memegang kakinya.

Polisi selanjutnya membawa pelaku ke rumah sakit Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan perawatan medis, sebelum Ia digelandang ke Mapolsek Rappocini untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, disertai barang bukti 1 unit handphone, tas, motor dan senjata tajam jenis parang yang digunakannya.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi membenarkan penangkapan kedua pelaku begal sadis ini.

“Kedua tersangka akan dijerat pasal 365 KHUP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara minimal. Untuk proses hukumnya, kini sudah ditangani pihak Polsek Rappocini.” ungkap Dicky. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya