Minta Dibebaskan, Zugito Mengaku Tidak Bersalah Soal Dugaan Korupsi Gudung PWI

12 July 2019 08:57
Minta Dibebaskan, Zugito Mengaku Tidak Bersalah Soal Dugaan Korupsi Gudung PWI

POSMAKASSAR.COM – Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan, Zulkifli Gani Otto atau Zugito kembali menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar, Kamis (11/07/2019) kemarin.

Zulkifli diduga terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyewaan barang milik Pemerintah Provinisi Sulsel atas gedung PWI di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar.

Sidang tersebut digelar dengan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar, yang menjatuhkan tuntutan selama 4 tahun 6 bulan penjara.

Selama hampir satu jam, Zugito membacakan pledoi pribadinya di hadapan majelis hakim yang dipimpin Widiarso dan dua hakim anggota lainnya.

Sementara pledoi pribadi Zugito setebal 19 halaman, dibacakan sendiri oleh terdakwa.

Dalam sidang tersebut, Zugito terlihat terus mendunduk saat membacakan halaman demi halaman, dan ia beberapa kali melap keringatnya.

Dalam pembelaan pribadi terdakwa, Zugito menjelaskan salah satunya adalah sejarah tentang bangunan PWI hingga proses sewa gedung PWI dipersoalkan.

Menurut Zugito dalam pembelaanya, sejak tahun 1971 Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulsel telah melakukan serah terima penggunaan dan pemanfaatan tanah dan bangunan kepada PWI Sulsel.

Dan sesuai dengan rekomendasi dan keputusan DPRD Sulsel, yang memberikan kesempatan kepada PWI Sulsel untuk mengomersialkan beberapa fasilitas ruangan yang dibangunkan, untuk difungsikan seperti itu.

Gubernur Kepala Daerah tingkat I pun demikian. Dalam surat keputusan nomor 371/111/1997 tanggal 31 Maret 1997.

Jadi dalam SK tersebut, menurut dia, secara jelas dan terang menyerahkan, sekaligus mempersilahkan pengurus PWI Sulsel untuk menggunakan dan memanfaatkan fasilitas gedung tersebut demi kepentingan organisasi.

“Baik secara lisan maupun tertulis, dalam surat keputusan Gubernur, tidak ada kalimat yang melarang dipersewakan ruangan besar dan ruangan press club, sebagaimana petunjuk DPRD Sulsel” tuturnya.

“Tidak adapula kalimat yang mengharuskan penyetoran sebagai hasil penyewaan kepada kas pemerintah Sulsel,” lanjutnya.

Berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan yang diperoleh dari keterangan saksi, terdakwa dan barangbukti, maka dapat disimpulkan JPU tidak dapat membuktikan unsur unsur yang didakwakakan kepada dia, baik dakwaan subsider maupun primair.

“Perkenankan saya dengan renda hati memohon kepada yang mulia majelis hakim agar membebaskan dari segala tuntutan, setidak tidaknya melepaskan dari tuntutan,” harapnya.

Selain terdakwa, dalam sidang berlangsung, tim kuasa hukum terdakwa juga membacakan pledoi atas tuntutan JPU.

Seperti diberitakan sebelumnya, JPU sebelumnya menutut terdakwa Zugito
dengan ancaman hukuman selama 4 tahun 6 bulan penjara.

Tidak hanya dikenakan tuntutan pidana,
Zugito juga dikenakan denda sebesar Rp 100 juta subsider 6 bulan dan uang pengganti sebesar Rp 1,6 M subsider 10 bulan atas kerugian negara yang ditimbulkan oleh terdakwa. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya