Motif Asmara, Supir Lintas Daerah Dilaporkan Memperkosa dan Mencuri

25 July 2019 21:14
Motif Asmara, Supir Lintas Daerah Dilaporkan Memperkosa dan Mencuri

POSMAKASSAR.COM – Seorang sopir bus lintas daerah, Riswandi alias Ical (32) warga Jalan Grend Resident Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, dibekuk tim Polrestabes Makassar, karena diduga melakukan tindak pidana pemerkosaan disertai pencurian.

Kasatreskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengatakan, Ical diamankan berdasarkan laporan korban, wanita berinisial Tn (19).

Terduga pelaku Ical, diamankan tim Satreskrim unit Jatanras Polrestabes Makassar, di lokasi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Rabu (24/7/2019).

Penangkapan Ical berdasarkan Laporan Polisi (LP) dengan Nomor : LP / 637 / VII / 2019 / Polda Sulsel / Restabes Makassar.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, penangkapan Ical dilakukan setelah anggota tim Jatanras mengetahui keberadaannya disekitar wilayah Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

“Yang bersangkutan ini kan pekerjaannya sebagai supir bus, makanya setelah kami menyelidiki dan mengetahui keberadaan pelaku, langsung kita bekuk,” jelasnya.

Diketahui, saat diamankan barang bukti yang diduga merupakan hasil curian dari korban Tn diduga telah dijual oleh pelaku kepada penadah barang curian. 

Hanya saja, saat dilakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku, polisi kemudian menyimpulkan bila dugaan pemerkosaan disertai pencurian yang melibatkan seorang supir bus lintas daerah itu, ternyata hanya rekayasa belaka.

Hal tersebut diungkapkan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko kepada wartawan di ruangan penyidik Reskrim Mapolrestabes, Kamis (25/7/2019) sore.

“Laporan tersebut ternyata hanya rekayasa dari pelapor, kita baru mengetahui hal itu setelah si Ical ini diamankan kemarin,” ujar AKBP Indratmoko.

Menurutnya, usai Ical diamankan dan dimintai keterangan sementara, ia mengakui bila pelapor Tn merupakan pacar yang akan dia nikahinya.

Indratmoko menyebutkan pelapor Tn atau pacar dari terlapor Ical, melaporkan barang berharga miliknya seperti ponsel dan barang lainnya telah dicuri dan dijual oleh Ical.

“Jadi keduanya ternyata sepasang kekasih yang sudah satu bulan lebih pacaran. Keduanya ketemu di atas bus saat Tn pergi ke Palu, keduanya kemudian kenalan dan tukar nomor telepon,” ujar AKBP Indratmoko.

Sesampainya di Palu, keduanya kemudian intens menjalin komunikasi melalui telepon. Tidak lama setelah itu keduanya jadian kemudian pacaran. 

“Nah, Tn ini kembali ke Gowa, keduanya kemudian janjian untuk keluar sehingga laki-laki Ical menjemput pacarnya ini ke Gowa untuk rencana kawin lari,” katanya. 

Keduanya berhasil melarikan diri, tetapi belum sempat menikah. Namun, Ical dan Tn sudah tinggal berdua di sebuah rumah indekos di belakang Terminal Daya selama hampir lima hari. 

“Untuk biaya sehari-harinya dan bayar kos, Tn jual cincin dan anting-antingnya tanpa ada paksaan dari Ical karena keduanya pergi tanpa ada paksaan dan keduanya juga suka sama suka,” bebernya. 

Namun, tak lama setelah itu keduanya bertengkar, perempuan ini kemudian marah dan pulang ke rumahnya di Kabupaten Gowa dijemput oleh sepupunya sendiri di daerah Sudiang. 

“Nah setelah pulang ke rumah di Gowa. Perempuan ini takut dimarahi oleh orang tuanya karena kabur dari rumah beberapa hari. Jadi dia melapor ke orang tuanya, dengan motif telah diculik, diperkosa dan diambil barang berharganya,” ungkapnya. 

Karena mendapatkan informasi dari anaknya tersebut, orang tua Tn kemudian melaporkan kejadiannya ke Polrestabes Makassar.

“Ini sebenarnya bukan pemerkosaan atau penculikan karena keduanya suka sama suka dan perempuan ini mau pergi dari rumahnya niat untuk kawin lari dengan pacarnya ini,” tutupnya. (*).

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya