Irwan Adnan : Masih Banyak Penjual Coto dan Sop Saudara Tak Patuh Bayar Pajak

15 August 2019 02:17
Irwan Adnan : Masih Banyak Penjual Coto dan Sop Saudara Tak Patuh Bayar Pajak

POSMAKASSAR.COM – Rendahnya rasio penerimaan pajak membuat target perolehan pajak di Kota Makassar negatif dari target, dan minusnya pencapaian penerimaan pajak di Kota Makassar diprediksi bakal terjadi tahun ini.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Irwan Adnan menilai menurunnya perolehan pajak itu disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya banyaknya wajib pajak yang tidak taat membayar pajak.

“Ini akan kita evaluasi terus, di tahap pertama kan sudah ada Rp 500 miliar. Dan, masih ada tahap kedua dan ketiga. Sistem penarikan pajak juga berbeda sistemnya,” kata Irwan, di Hotel Singgasana Jalan Kajolalido, Rabu (14/8/2019).

Salah satu menurunnya perolehan pajak tersebut, kata dia, karena para pengusaha lokal di Makassar masih banyak yang tidak taat pajak. Sebaliknya, para pengusaha besar dan frenchise justru menjadi wajib pajak yang taat akan kewajiban pajaknya.

“Justru pengusaha lokal seperti penjual coto dan sop saudara yang bertebaran dimana-mana, malah yang tidak patuh membayar pajak. Ada ji juga membayar tetapi lebih banyak yang tidak bayar pajaknya,” katanya.

Meski demikian, pihaknya masih koperatif dan berharap para pengusaha lokal itu bisa menyadari kewajibannya untuk taat membayar pajaknya.

“Kita masih terus berupaya untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentunya, dengan memberikan pembinaan. Akan tetapi jika itu terus berlanjut, tentu kita akan lakukan tindakan tegas juga pada akhirnya,” pungkasnya

Menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya bakal merilis beberapa restoran dan hotel yang sudah membayar bagus dan yang belum. Hal itu, kata dia, sebagai bentuk apresiasi sekaligus menjadi teguran.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Makassar, Dicky Rachmat Raharjo mengaku siap melakukan pendampingan kepada Pemerintah Kota dalam hal mengoptimalkan PAD Makassar.

“Selama ini Kejaksaan turut berperan aktif juga mendampingi pemerintah kota terutama Bapenda. Namun, selama ini sifatnya masih tidak langsung,” ujar Dicky.

Dengan adanya MoU kali ini, katanya, dia berharap pendampingan jaksa pengacara negara ini bisa lebih cepat.

Melihat nama-nama hotel, restoran, hiburan, dan tempat parkiran yang banyak menunggak membayar pajak, dia mengatakan selalu siap bila diperlukan.

“Kalau harus ada penagihan melalui Jaksa pengacara, kami siap,” ungkapnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya