Meski Tersandung Kasus Narkoba, Rachmat Taqwa Quraisy Tetap Dilantik

27 August 2019 16:02
Meski Tersandung Kasus Narkoba, Rachmat Taqwa Quraisy Tetap Dilantik

POSMAKASSAR.COM — Calon anggota DPRD Kota Makassar yang tersandung kasus dugaan penyalahgunaan Narkoba, Rachmat Taqwa
Quraisy (RTQ) tetap akan dilantik sebagai anggota DPRD Makassar terpilih bersama 49 legislator lainnya.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas DPRD Kota Makassar, Taufiq Nadsir, mengemukakan hal tersebut, Selasa (27/8/2019).

Menurutnya, staf Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Makassar bahkan sudah memberikan voucher untuk pembuatan jas kepada RTQ.

“Sudah diantarkan voucer jas ke rumahnya, dan diterima oleh istri Rachmat. Yang antarkan staf atasnama Rijal Junaid,” tegas Taufiq di ruang kerjanya Gedung DPRD Makassar, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar,

Selain voucer jas, katanya, Rachmat juga sudah mendapat undangan pelantikan. Termasuk tiga undangan untuk istri dan keluarga dekatnya.

“Semua sama, jumlah undangannya sama yang diperoleh legislator lain, yaitu masing-masing empat lembar,” jelasnya.

Taufiq menegaskan bahwa Rachmat dapat undangan berdasarkan surat keputusan (SK) Gubernur dari hasil pleno KPU Sulsel.

“Sampai sekarang sekretariat DPRD belum menerima perubahan SK atau pergantian nama, sehingga pihak sekretariat DPRD masih mengundang Rachmat sesuai PKPU dan Undang-undang,” tegas Taufiq.

Taufiq mengatakan, jika tak ada perubahan sampai hari H, maka Rachmat akan diambil sumpahnya bersama 49 anggota DPRD Kota Makassar terpilih.

Nantinya, pelantikan itu dilakukan Ketua Pengadilan Negeri Makassar. Dia pun menegaskan, pihaknya sama sekali tidak berwenang membatalkan pelantikan seseorang.

“Jadi DPRD cuma tempat pelantikan. Persoalan penggantian itu wewenang partai politik dan KPU,” ujar Taufiq Natsir.

Sebelumnya, KPU Kota Makassar juga menyebut Rachmat Taqwa tetap dapat dilantik hingga dia ada keputusan tetap dari pengadilan.

“Seseorang anggota DPRD yang sudah ditetapkan, tidak lagi memenuhi syarat untuk menjadi anggota DPRD, salah satunya disebabkan karena menjadi terpidana,” kata Komisioner KPU Kota Makassar, Gunawan Mashar.

“Namun jika keputusan belum inkrah tetap memungkinkan untuk dilantik, kecuali dia dipecat partainya,” imbuhnya.

Gunawan mengatakan caleg yang sudah ditetapkan, namun kemudian menjadi terpidana, maka status penetapannya batal demi hukum. Hal ini merujuk pada aturan PKPU Nomor 5 tahun 2019 tentang penetapan calon terpilih.

“Tetap dilantik, karena kan belum jadi terpidana,” ujar dia.

Sementara itu, aparat kepolisian dikabarkan belum menerima permohonan izin caleg PPP Rachmat Taqwa Quraisy untuk mengikuti pelantikan sebagai anggota DPRD Kota Makassar.

“Belum ada permohonan atau permintaan terkait hal tersebut,” kata Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Diari Santika, Selasa (27/8/2019).

Polisi belum bisa berkomentar soal izin bagi Rachmat Taqwa sebelum permohonan diterima. 

“Prosedur administrasi kan begitu. Saya tidak mau berandai-andai,” kata dia.

Ketua DPW PPP Muhammad Aras saat dihubungi wartawan secara terpisah mengatakan, Rachmat masih berstatus kader. Tapi pihak DPC PPP Kota Makassar masih mengkaji soal keanggotaan Rachmat Taqwa.

“Saat ini masih menunggu telaah dari DPC. Setelah dari DPC baru bersurat ke DPW,” ujarnya.

Tapi Aras menegaskan, kader yang terlibat kasus narkoba akan mendapatkan sanksi berat yakni pemecatan.

“Kita lihat dulu sejauh mana keterlibatan beliau. Kalau misalnya polisi nyatakan rehab kita akan pikirkan lagi proses selanjutnya. Kalau lanjut ke pengadilan, pasti ada tindakan dari partai,” ujarnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya