Driver Ojol di Makassar Unjukrasa, Protes Pernyataan Pengusaha Taksi Malaysia

02 September 2019 18:28
Driver Ojol di Makassar Unjukrasa, Protes Pernyataan Pengusaha Taksi Malaysia

POSMAKASSAR.COM – Ribuan driver ojek online (Ojol) berunjukrasa didepan Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin (2/8/2019) siang.

Mereka yang menamakan diri Aliansi Solidaritas Driver Ojek Online Kota Makassar ini, berunjukrasa sebagai bentuk protes atas beredarnya video oknum pengusaha taxi di Negera Malaysia yang dianggap menghina profesi ojek online.

Pengunjukrasa meminta oknum pengusaha yang diketahui bernama Datuk Shamsubahrin Ismail itu, diproses sesuai hukum yang berlaku di negara Malaysia.

“Gojek hanya untuk orang miskin, seperti di Jakarta,” kata Datuk Shamsubahri Ismal dalam petikan pernyataannya yang viral di media sosial.

Jenderal lapangan pada aksi unjukrasa itu, Asriady (39), mengungkapkan, apa yang dinyatakan Datuk Shamsubahri tersebut merupakan bentuk penghinaan kepada bangsa Indonesia, khususnya pekerja ojek online.

“Video viral yang ada di media sosial, dinyatakan oleh pemilik Big Blue Taxi yang ada di Malaysia itu merupakan penghinaan besar kepada bangsa Indonesia. Ada dua poin pentingnya, pertama penghinaan kepada negara Indonesia, kedua penghinaan profesi driver online Indonesia,” kata Asriady.

Aksi unjukrasa yang dilakukan itu, kata dia, merupakan buntut kekecewaan terhadap pemerintah Indonesia yang tidak merespon dugaan penghinaan tersebut.

“Kami turung ke jalan, karena kami menunggu respon dari pemerintah yang sampai saat ini belum ada respon,” jelasnya.

Dalam pernyataan sikapnya, ada lima poin yang menjadi tuntutan pengunjukrasa:

1. Menolak keras permintaan maaf oknum pengusaha taksi Big Blue atas nama Datuk Shamsubahrin Ismali.

2. Meminta kepada keduataan besar (Kedubes) Malaysia untuk memproses oknum tersebut sesuai undang-undang yang berlaku di Negara Malaysia.

3. Atas nama Bangsa Indonesia, kami menolak adanya produk Malaysia yang beredar di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

4. Meminta dengan hormat kepada Pemerintah Indonesia, untuk serius menyikapi persoalan penghinaan Bangsa Indonesia.

5. Tegakkan UUD Negars RI 1945 dan Menangkan Pancasila.

Unjukrasa yang tergabung dari beberapa komunitas driver ojek online dan organisasi kemasyarakatan itu, diawali dengan berkumpul di depan Monumen Mandala, kemudian bergerak ke Kantor DPRD Sulsel dan berakhir di depan Kantor Gubernur Sulsel.

Meski sempat memperlambat arus jalan akibat kepadatan kendaraan para pengunjukrasa, namun aksi tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya