Bawa 20 Kg Sabu Menuju Parepare, Mahasiswi Makassar Diciduk Polres Nunukan

12 September 2019 23:21
Bawa 20 Kg Sabu Menuju Parepare, Mahasiswi Makassar Diciduk Polres Nunukan

POSMAKASSAR.COM – Satuan Reserse Narkoba Polres Nunukan berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika internasional jenis sabu-sabu.

Terduga pelakunya bernama Emi Sulastriani (21). Wanita yang membawa sabu 20 kilogram dari Tawau – Malaysia itu, disebut masih tercatat sebagai Mahasiswi semester VII di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Makassar.

Wanita berparas cantik ini dikabarkan tidak sekali ini saja membawa sabu dengan jumlah besar.

Kapolres Nunukan, AKBP Teguh Triwantoro dalam konferensi pers pengungkapan kasus tersebut mengatakan, sebelumnya Emi diketahui telah meloloskan sabu sebanyak 3 kali, dengan angka yang cukup besar dan dengan bayaran yang begitu besar pula.

Meski terbilang licin dalam menjalankan aksinya, namun kali ini Emi tak bisa berbuat banyak. Ia tertangkap di Jalan Arif Rahman Hakim, Gang Borneo III Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan Provinsi Kaltara, pada Selasa (3/9/2019) lalu.

“Sesuai pengakuannya, dalam pengiriman pertama Emi ini berhasil meloloskan 500 gram atau setengah kilo gram sabu dengan upah Rp15 juta. Pengiriman kedua, seberat 1 kg dengan upah Rp 25 juta, kemudian yang ketiga seberat 1 kg dengan upah Rp 20 juta. Dan kali ini, sabu seberat 20 kg yang hendak dipasarkan di Kota Parepare itu, Emi dijanjikan upah Rp 90 juta jika berhasil,” kata Teguh, Rabu (11/9 2019).

Untuk sabu 20 kg ini, Emi mengemas barang haram tersebut dengan rapi, yakni dibungkus dalam kardus teh china, untuk mengelabui aparat keamanan.

Lebih jauh Teguh memaparkan, terduga pelaku bernama Emi ini, diketahui memiliki bandar besar di Malaysia bernama Asri, yang kini telah terdata dalam daftar pencarian orang (DPO) di Polres Nunukan.

Lelaki Asri, kata Teguh, diketahui selalu merekrut wanita untuk menjadi kurir sabu dalam bisnis haramnya dengan modus sebagai asisten rumah tangga (ART) di Tawau Malaysia.

“Dari pengakuan dia (Emi), satu orang wanita juga berhasil diajak ke Malaysia untuk ikut jalan bersamanya, yakni atas nama Sri Wahyuni. Namun wanita ini tidak mengetahui jika ia akan dijadikan kurir sabu,” jelasnya.

Dari hasil interogasi petugas, Emi mengaku sejak di bangku SMA sudah menjadi yatim piatu. Untuk menghidupi diri dan kuliahnya, ia terpaksa memilih dunia narkoba sebagai jalan pintas.

Kini Polres Nunukan akan terus melakukan pengembangan kasus dengan control delivery ke Kota Parepare, Provinsi Sulsel, untuk mengungkap jaringan atau sindikat narkoba lintas negara tersebut.

Sementara terduga pelaku, Emi kini sudah dalam proses penyidikan di Polres Nunukan dan terancam hukuman mati atau pidana seumur hidup dengan ancaman pidana minimal 5 tahun penjara atau 20 tahun penjara. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya