Dampak Kebakaran TPA Bisa Memicu Gangguan Kesehatan, Forkom Kecamatan Sehat Bagi Masker ke Warga

16 September 2019 15:45
Dampak Kebakaran TPA Bisa Memicu Gangguan Kesehatan, Forkom Kecamatan Sehat Bagi Masker ke Warga

POSMAKASSAR.COM – Dampak terjadinya kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Antang, Kecamatan Manggala, bisa memicu berbagai macam gangguan kesehatan. Untuk itu, masyarakat Kota Makassar dan sekitarnya diimbau agar berhati-hati setelah TPA Sampah
Antang terbakar sekitar pukul 14.00 Wita hingga malam hari, pada Minggu (15/9/2019) kemarin.

Meski api yang melalap tumpukan sampah sekitar 10 hektar dari luas lahan keseluruhan TPA Antang 16,8 hektar itu sudah berangsur-angsur menurun hingga hari ini, namun asap masih terlihat membumbung hingga radius 10 kilo meter.

“Asap dari pembakaran sampah itu cukup berbahaya bagi kesehatan manusia. Dan, itu tetap menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat disekitarnya,” ungkap Guru Besar Fakultas Kedokteran Unhas,
Prof Dr Idrus Paturusi.

Menurutnya, ada beberapa gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkan setelah menghirup asap pembakaran sampah. Salah satunya adalah terjadi gangguan pernafasan.

“Apalagi sampah yang terbakar dari bahan organik seperti karet, bahan cat, hingga bahan yang terbuat dari asbes. Masalah lebih serius jika menghirup asap ini gangguan pada paru-paru,” ucap Prof Idrus.

Gangguan kesehatan lainnya adalah, terjadi iritasi mata lantaran partikel berbahaya yang dibawah asap mengakibatkan mata iritasi.

“Masyarakat yang tinggal di sekitar TPA juga harus tetap higienis. Paling tidak menutup makanan yang ada di rumah, karena partikel asap bisa turun ke makanan,” imbuhnya.

Yang paling berbahaya kata dia, yakni bisa memicu terjadinya kanker. Namun terjadinya kanker akibat asap pembakaran sampah ini butuh proses yang cukup panjang.

Di mana terjadi rantai makanan yang terdiri dari abu pembakaran menempel di tanah, diserap tumbuhan dan dimakan oleh cacing. Selanjutnya, hewan seperti unggas kemudian memakan cacing dan dikonsumsi oleh manusia.

“Jadi dampaknya sangat besar. Tapi api di sana (TPA) sudah mulai berkurang. Kami juga sudah membagikan masker kepada masyarakat sejak kemarin atau dua jam setelah kebakaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, masyarakat dan pemerintah mulai sekarang harus sadar akan bahaya kebakaran di TPA Antang.

Karena peristiwa tersebut sekiranya telah terjadi dari tahun sebelumnya jika musim kemarau datang.

Untuk masyarakat utamanya para pekerja di TPA, diharapkan bisa menghindari pembakaran sampah di musim kemarau.

Sementara pemerintah, harus mencari solusi agar kejadian ini tidak terus terulang.

“Saya dengan Pemkot Makassar sudah kerja sama dengan pihak Jepang untuk TPA Antang. Mudah-mudah nanti bisa terealisasi dengan baik,” pungkasnya

Sementara itu, sebagai antisipasi kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan bagi masyarakat setempat, Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Kecamatan ‘Sehat’, Andi Pasamangi Wawo bersama Kasi Kebersihan Kecamatan Manggala, Drs. Muh Saleh dan tim Satgas Peduli Manggala, juga telah membagikan masker kepada warga disekitar TPA Antang, termasuk bagi para murid sekolah dasar (SD) dan para pengguna jalan, Senin (16/9/2019) pagi.

Hingga siang tadi, api nampak sudah terkendali, namun gumpalan asap masih terlihat mengepul dibeberapa titik.

Meski demikian, warga sekitar tetap merasa khawatir, karena api sewaktu-waktu bisa membesar apabila sampah basah bagian atas menjadi kering.

“Kami berharap pihak Damkar Kota Makassar bisa tetap siaga di TPA, seperti kejadian sebelumnya api tetap bisa kembali membakar tumpukan sampah yang kering,” ungkap seorang warga sekitar TPA Antang.

Selain menyerahkan masker, sejumlah Ketua LPM Kelurahan di Kota Makassar juga telah menyerahkan langsung bantuan ke penduduk dan sekolah yang terdampak di Kelurahan Biringromang dan Kelurahan Tamangapa. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya