Polrestabes Makassar Ungkap Kasus Human Trafficking, Seorang Pelajar Dijual Rp 2,5 Juta

17 September 2019 22:17
Polrestabes Makassar Ungkap Kasus  Human Trafficking, Seorang Pelajar Dijual Rp 2,5 Juta

POSMAKASSAR.COM – Seorang remaja di bawah umur yang menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking) berhasil ditemukan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar, Selasa (17/9/2019).

Korban ditemukan bersama Tim Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Makassar, saat hendak diperjuabelikan.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Dinas PPPA Kota Makassar, Makmur mengatakan, korban diketahui masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).

“Tadi malam ada laporan masuk dari orangtuanya tentang keadaan dari anaknya, sehingga kita koordinasi dengan PPA Polrestabes Makassar untuk mencari korban,” kata Makmur, Selasa (17/9/2019).

Tidak hanya mengamankan korban, polisi juga menangkap pelaku yang bernama Tika (32) dan seorang remaja lainnya berinisial Ns (16). 

“Korban berinisial As ini, diduga akan dijual oleh kedua pelaku melalui media sosial. Untung aparat kepolisian bertindak cepat dan langsung mengamankan kedua pelaku tersebut,” ungkap Makmur.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko kepada awak media membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pelaku bernama Tika, diduga terlibat eksploitasi seksual terhadap seorang pelajar berinisial As (14).

“Jadi pelaku ini dilaporkan oleh orangtua korban. Dia (As) merupakan korban trafficking,” ujar Indratmoko, Selasa (17/9/2019) petang.

Pengungkapan kasus perdagangan manusia ini diungkap Polsek Ujung Pandang, bersama tim PPA Polrestabes Makassar.

Dua satuan penyidik ini lalu berkoordinasi dengan tim P2TP2A Kota Makassar, untuk perlindungan korban dan konseling.

Menurut pengakuan sementara Tika yang diduga sebagai mucikari, kata Indratmoko, korban rencana akan dijual dengan harga Rp 2,5 juta kepada seorang pelanggannya.

“Korban ini masih SMA, si pelaku rencana menjual korban sebesar Rp 2,5 juta kepada lelaki hidung belang,” jelas Indratmoko.

Selain Tika, tim juga mengamankan rekan korban (As), seorang remaja wanita berinisial Ns yang diduga membantu Tika.

“Jadi ada dua orang diamankan, mucikari dan rekannya si korban, dia (Ns) sekaligus pelaku juga. Tika ini ditangkap di rumahnya di wilayah Kecamatan Mamajang,” kata AKBP Indratmoko.

Lebih jauh Indratmoko membeberkan bahwa korban malah sudah dibawa oleh Tika, yang tak lain adalah tantenya sendiri bersama Ns ke sebuah restoran cepat saji sekitar pukul 20.00 Wita, pada Senin (16/9/2019).

“Sudah ada yang booking, sudah ganti baju, lalu dibawa ke restoran cepat saji menunggu tamu. Tapi itu langsung kita gagalkan,” kata Indratmoko.

Setelah diperiksa lebih lanjut, kedua tersangka ternyata keluarga korban sendiri. Tika berstatus tante korban, sedangkan Ns adalah sepupu korban. Keduanya dianggap bekerja sama menjebak korban untuk dieksploitasi.

Sesuai keterangan pelaku kepada polisi, terungkap bahwa Tika sudah menerima transfer uang senilai Rp 2,5 juta dari si pria hidung belang.

“Pada transaksi tersebut, ada nilai uang Rp 2,5 juta. Rp 2 juta untuk si korban dan Rp 500 ribu untuk si tersangka,” kata Indratmoko.

Kini Tika dan Ns digelandang ke kantor polisi untuk didalami keterangannya. Sedangkan korban saat ini sedang berada di bawah perlindungan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( P2TP2A ) dan Unit PPA Polrestabes Makassar. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya