Mabes Polri Harap Polda Sulsel Minta Maaf Terkait Kekerasan Wartawan

27 September 2019 17:47
Mabes Polri Harap Polda Sulsel Minta Maaf Terkait Kekerasan Wartawan

POSMAKASSAR.COM – Mabes Polri menyebut telah memerintahkan Propam Polda Sulawesi Selatan menindak tegas oknum personel yang terbukti melakukan kekerasan terhadap jurnalis di Makassar.

“Secara pribadi, saya menyesalkan kejadian tersebut dan saya perintahkan Kabid Humas Polda menemui yang bersangkutan dan meminta maaf,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, di Jakarta, Kamis (26/9/2019) kemarin.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tiga orang jurnalis yang menjadi korban kekerasan pada saat meliput aksi unjuk rasa mahasiswa pada Selasa (24/9/2019), adalah jurnalis LKBN ANTARA Muh Darwin Fathir, jurnalis Inikata.com (Sultra) Saiful, dan jurnalis Makassar Today Isak Pasabuan.

Dedi Prasetyo juga meminta agar kedepan jurnalis yang meliput aksi unjuk rasa yang berpotensi kerusuhan, sebisa mungkin melengkapi diri dengan rompi yang bertuliskan pers, agar mudah dikenali aparat.

Jurnalis yang meliput pun, kata dia, juga harus cermat berada di tempat yang aman dari gerakan massa dan aparat.

“Kejadian selama ini terjadi, saya lihat rekan media kadang berada didepan, gabung dengan massa. Kemudian identitas kecil tidak kelihatan dari jauh kalau pers meskipun ngomong pers,” tutur Dedi Prasetyo.

Terpisah, korban Muhammad Darwin Fathir bersama dua rekan jurnalis lain yang telah melapor ke Propam Polda Sulsel didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Makassar, mengaku belum menerima permintaan maaf secara resmi dari Polda Sulsel atas tindakan represif personelnya.

“Sampai hari ini, kami belum menerima permohonan maaf dari Kapolda Sulsel. Sejak kemarin kami menunggu di kantor Biro Antara, tetapi tidak ada,” kata Darwin.

Diketahui, saat aksi demo rusuh tersebut, Darwin mendapat tindakan kekerasan dari oknum polisi tidak jauh dari show room NV Hadji Kalla, yang berada di dekat flyover.

Beberapa jurnalis lain yang meliput unjuk rasa itu, juga sempat melihat sejumlah anggota polisi yang memukuli Darwin dengan pentungan. Akibatnya, kondisi kepalanya berdarah dan pada bagian perut terlihat bekas sepatu laras. Baju yang dikenakan berwarna putih motif juga terlihat jelas bekas sepatu laras. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya