Demo Ricuh, Bengkel Tambal Ban Muallimin Jadi Sasaran Bom Molotov

29 September 2019 00:44
Demo Ricuh, Bengkel Tambal Ban Muallimin Jadi Sasaran Bom Molotov

POSMAKASSAR.COM – Seorang kakek bernama Muallimin (63), ikut menjadi korban aksi demo rusuh di Makassar, pada Jumat (27/8/2019) malam.

Bengkel tambal ban miliknya didepan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jalan Urip Sumoharjo terbakar, diduga karena terkena lemparan bom molotov saat bentrokan terjadi,sekitar pukul 23.00 Wita.

Menurut Muallimin, warga Jalan Langgau lorong 5 No 7 A, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar ini, barang miliknya yang terbakar saat bentrokan terjadi antara lain 1 unit motor roda tiga bak terbuka, 2 unit mesin kompresor, dan sejumlah barang pelengkap dagangannya seperti ban, oli, aki, serta aksesori motor. Total kerugian, menurutnya, mencapai Rp 70 juta.

Peristiwa tersebut, kata dia, terjadi ketika dia sudah berada di rumah. Dan, baru diketahui setelah diinfokan oleh warga sekitar bahwa bengkelnya terbakar.

“Terakhir saya tinggalkan bengkel ini sekitar pukul 22.00 Wita, dan kembali lagi ke sini pukul 23.30 Wita. Saat kembali itu, saya kaget karena bengkel saya sudah habis terbakar,” ujar Muallimin di lokasi, Sabtu (28/9/2019).

Setelah bengkelnya ludes terbakar, Muallimin didampingi putranya, Asri (29), pun langsung melapor ke Polsek Panakkukang.

Menurut saksi mata di lokasi bengkel Muallimin, dirinya melihat dua orang pelaku yang melemparkan bom molotov ke arah bengkel tersebut. Pria itu, katanya, berambut gondrong dengan jaket merah dan disebut bergerak dari arah Masjid Agung 45, di seberang bengkel Muallimin.

Pelemparan bom molotov itu terjadi saat bentrokan dua kelompok pemuda dari Jalan Sukaria, di belakang kampus Universitas Bosowa. Bentrokan ini terjadi tidak lama setelah bentrokan antara mahasiswa dengan polisi berhenti.

Kini, beberapa warga setempat menggalang dana untuk membantu meringankan beban Muallimin. Bantuan tersebut juga datang salah seorang Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif.

Menurut Syaharuddin Alrif, sebelumnya dia mendapat informasi tentang bengkel tambal ban Muallimin yang terbakar lewat media sosial.

“Hati saya tergerak ke sini saat membaca informasinya di media sosial. Korban juga masih satu kampung di Sidrap. Saya berharap semoga korban bisa tabah dan bersabar, semoga penggantinya lebih besar dari kerugian beliau,” kata Syaharuddin, Sabtu (28/9/2019).

Selain Syaharuddin, pihak lain juga disebut telah memberi bantuan dengan mengirim uang ke rekening milik anak Muallimin, termasuk
dari Karang Taruna Kelurahan Pampang yang membuka posko bantuan di Kantor Lurah setempat.

Muallimin sendiri berharap bengkel tambal bannya bisa segera kembali dibuka. “Mudah-mudahan bisa kembali buka bengkel kalau ada bantuan dari para dermawan,” ujar Muallimin. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya