Diduga Stress, Pria ini Aniaya Anak Kandungnya

25 October 2019 22:39
Diduga Stress, Pria ini Aniaya Anak Kandungnya

POSMAKASSAR.COM – Seorang bocah berusia tujuh tahun menjadi korban kekerasan oleh ayah kandungnya.

Kasus kekerasan anak ini terungkap setelah nenek korban melaporkan kejadian tersebut ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Sulsel.

Kepala Dinas PPPA Sulsel, Ilham A Gazaling mengatakan, akibat tindak kekerasan yang dilakukan sang ayah, pada bagian tubuh anak kandungnya itu terlihat sejumlah luka-luka memar.

Ia menjelaskan, kekerasan terhadap korban dulakukan dengan cara memukul punggung bagian belakang, paha dan betis menggunakan hanger baju dan potongan besi sehingga mengakibatkan luka memar pada bagian punggung, paha dan betis bocah berinisial NA itu.

Tak hanya itu, NA juga mendapat kekerasan mental, ia dilarang untuk bermain dengn anak anak sebayanya.

“Jadi kejadian kekerasan ini bermula saat nenek korban melihat bekas memar ditubuh korban.
Saat itu, korban di suruh oleh ayahnya untuk pergi meminta makanan, rokok dan pulsa kepada neneknya. Saat neneknya bertanya, korban mengakui semua perbuatan sang ayah dan mengatakan dia tidak mau pulang karena takut dengan ayahnya,” ungkap Ilham.

Menurutnya, kasus kekerasan ini telah ditangani oleh pihak Polrestabes Makassar. Dan, pria bernama Abdul Azis (29) itu kini telah diringkus aparat kepolisian setelah dilaporkan menganiaya putri kandungnya tersebut.

“Jadi kita sudah kerjasama dengan Polri untuk menuntaskan kasus kekerasan ini,” ujar Ilham, Jumat (25/10/2019).

Ilham menambahkan, P2TP2A sendiri melakukan pendampingan konseling terhadap korban yang mengalami trauma.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, penganiayaan itu terjadi pada Rabu (23/10/2019) sekitar pukul 21.00 Wita. Pelaku diketahui tidak memiliki pekerjaan yang jelas dan diduga mengalami stress karena ditinggal istri. Ia pun kerap menjadikan putrinya sendiri sebagai ajang pelampiasan kekesalannya.

“Iya benar, pelaku menganiaya anaknya dengan cara memukul menggunakan gantungan baju (hanger) terbuat dari plastik. Kini pelaku sudah kami amankan,” ucap AKBP Indratmoko, Jumat (25/10/2019).

“Pelaku ini kerap memukul korban diduga karena stress ditinggal oleh istrinya yang pergi membawa anak keduanya yang masih berusia 1 tahun 4 bulan. Diduga istrinya itu pergi ke Malaysia,” tambah Indratmoko. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya