Disapa Dengan Pepatah Bugis, Idham Azis Disetujui Secara Aklamasi Jadi Kapolri

30 October 2019 19:33
Disapa Dengan Pepatah Bugis, Idham Azis Disetujui Secara Aklamasi Jadi Kapolri

POSMAKASSAR.COM – Komjen Idham Azis menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR.

Pada kesempatan tersebut, Komjen Idham disapa dengan pepatah Bugis oleh anggota Komisi III DPR dari Fraksi Golkar, Supriansa, sebelum mengajukan pertanyaan dalam fit and proper test, Rabu (30/10/2019).

“Kebetulan kita berdua dilahirkan di tanah Bugis, maka ada pesan Bugis yang saya mengawali pada kesempatan ini. Makkeda pasenna tomatoae, iya kupurani minum tawue diseddi inuneng pappadani tu tawue massureng sureng. Artinya kalau kita sudah minum satu gelas, maka kita semua terasa sudah bersaudara,” kata Supriansa.

Terkait uji calon Kapolri, Supriansa bertanya mengenai strategi Komjen Idham Azis memberantas terorisme. Dari data yang dikutip Supriansa, Indonesia berada di urutan ke-42 yang harus diwaspadai ancaman terorisme.

Selain Supriansa, pepatah Bugis ini juga disampaikan Supratman Andi Agtas, anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra.

“Pertama karena kita ini sama-sama dari Makassar juga pak. Ada pepatah Bugis mengatakan Ininnawa mitu denre sisappa, sipudoko, sirampe teppaja. Artinya hanya budi baik yang akan saling mencari, saling menjaga dalam kenangan tanpa akhir. Insyaallah mudah-mudahan bersama pak Kapolri saling mencari,” ujar Supratman.

Pada kesempatan itu, calon Kapolri Komjen Idham Azis tidak menyampaikan visi-misi di depan Komisi III DPR. Alasannya, dia merujuk pada kebijakan dan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta agar seluruh lembaga pemerintahan mengikuti visi-misi Presiden.

Namun Komjen Idham punya tujuh program prioritas yang akan dieksekusi jika diberi tugas sebagai Kapolri. Tujuh program prioritas itu meliputi pengembangan SDM hingga penataan kelembagaan.

Selama hampir dua jam, Idham menyampaikan program prioritas yang akan ia terapkan seandainya benar-benar dipercaya sebagai Kapolri.

Idham Azis juga menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan anggota Komisi III DPR dari sembilan fraksi partai politik.

Setelah selesai menjawab seluruh pertanyaan, Idham diminta menandatangani pakta integritas tentang komitmennya sebagai calon Kapolri.

Sebelum uji kelayakan dan kepatutan ditutup, Idham sempat meminta izin kepada pimpinan Komisi III untuk menyampaikan sebuah kalimat penutup. Kalimat itu Idham kutip dari Presiden ketiga RI, almarhum Bacharuddin Jusuf Habibie

Kalimat yang Idham kutip ditulis Habibie dalam buku berjudul Detik-detik yang Menentukan (1998). Isinya, ungkapan kepasrahan kepada Tuhan.

“Izinkan kami mengutip apa yang dikatakan Bapak Habibie, (dalam buku) Detik-detik yang Menentukan pada tahun 1998,” kata Idham.

Berikut kutipannya:

Kepada Tuhan saya tidak akan bertanya mengapa, kenapa dan bagaimana. Namun jika hamba diperkenankan mengajukan satu permohonan, maka berilah hamba petunjuk serta kekuatan untuk mengambil jalan yang benar sesuai denban kehendak-Mu.

“Bismillahirrahmanirrahim,” tutupnya yang kemudian diikuti tepuk tangan anggota Komisi III DPR.

Adapun keputusan Komisi III DPR yakni menyetujui Komjen Idham Azis menjadi Kapolri. Keputusan ini diambil secara aklamasi dan disampaikan langsung Ketua Komisi III DPR Herman Hery di ruang Komisi III, Senayan, Jakarta.

“Semua fraksi berkesimpulan bahwa tidak perlu membuat pandangan fraksi namun keputusan melalui kapoksi, yaitu aklamasi. Aklamasi untuk menyetujui Komjen Idham Azis sebagai Kapolri,” kata Herman Hery.

Keputusan persetujuan Komjen Idham Azis sebagai Kapolri itu akan disampaikan ke pimpinan DPR. Rencananya paripurna hasil uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri digelar besok.

“Sore ini kami langsung bersurat kepada pimpinan DPR untuk dibawa ke paripurna besok,” kata Herman.(*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya