Tolak Damai, Kasus Suami Aniaya Istri Gegara Nasi Goreng Tetap Lanjut

02 November 2019 00:49
Tolak Damai, Kasus Suami Aniaya Istri Gegara Nasi Goreng Tetap Lanjut

POSMAKASSAR.COM – Kasus penganiayaan seorang suami terhadap istrinya yang dipicu masalah nasi goreng gratis, tetap dilanjutkan polisi.

Sang istri atau korban berinisila E yang dianiaya suaminya, yang diketahui sebagai pemilik salah satu hotel ternama di Makassar berinisial H, menolak damai.

“Sejak kasus ini bergulir, suaminya selalu upayakan damai. Tapi istrinya, terutama keluarga istrinya, tidak mau damai. Jadi kasus ini tetap lanjut,” ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar Iptu Theodorus Echeal Setiyawan kepada wartawan, Jumat (1/11/2019).

Polisi juga dikabarkan telah memeriksa tiga orang saksi dalam kasus penganiayaan ini, yakni dua orang kerabat korban dan satu orang pegawai hotel. Polisi juga sudah mengantongi hasil visum korban. 

“Intinya, kasus ini lanjut. Sisa (sekarang) kami fokus pemberkasan,” kata Iptu Theodorus.

Seperti yang diberitakan sebelumnya,
penganiayaan ini berawal saat korban bertemu rekannya di hotel milik H di Jalan Lombok, Kelurahan Pattunuang, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Rabu (23/10/2019). Sebagai tuan rumah, korban menyuguhkan lima piring nasi goreng gratis di lantai lima hotel miliknya kepada rekannya yang datang.

Namun akibat jamuan nasi goreng oleh korban, justru membuat pelaku yang tak lain adalah suaminya sendiri menjadi kesal. Pelaku kemudian memukuli istrinya itu dengan gantungan baju.

Dalam keterangannya kepada penyidik, pelaku menyebut penganiayaan dilakukan karena merasa tidak pernah dihargai istrinya. Namun korban kepada polisi mengaku, dia dianiaya karena memberikan nasi goreng gratis kepada rekannya.

“Ceritanya itu, korban ada tamunya datang dia kasih nasi goreng 5 (piring). Ini Pak H marah lalu istrinya dipukuli. Matanya sampai luka sebelah kanan. Dia (Korban) dipukul hanger sampai patah-patah,” ungkap Penata Urusan (Paur) Humas Polres Pelabuhan Makassar, Ipda Tumiar, pada Sabtu (26/10/2019).

Akibat perbuatannya, kini pelaku atau tersangka dijerat Pasal 44 ayat 1 ayat 2 UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya