Pria Tewas Tergantung Gegerkan Warga Perumahan Kumala Permai

08 November 2019 23:16
Pria Tewas Tergantung Gegerkan Warga Perumahan Kumala Permai

POSMAKASSAR.COM – Warga Kompleks Perumahan Kumala Permai, digegerkan dengan penemuan mayat pria, Jumat (8/11/2019) siang, sekitar pukul 13.30 Wita.

Mayat pria pencinta kucing bernama Albayan (31) itu, ditemukan tewas tergantung di lantai dua rumahnya, di Komplek Kumala Permai Blok M Nomor 7, Jalan Muhammad Tahir, Kelurahan Jongaya Kecamatan Tamalate, Kota Makassar

Albayan ditemukan meninggal dalam kondisi leher tergantung seutas tali. Tali itu terikat di dekat pintu kamar yang berada di lantai dua rumahnya.

Saat ditemukan, betis Albayan sudah menghitam atau bengkak dan mengeluarkan bau.

Disekitar lokasi, juga menemukan adanya simbahan darah.

Belum diketahui penyebab pasti meninggalnya pria bernama lengkap Albayan Ansar tersebut. Namun aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Tamalate, kini berupaya mendalami penyebab kematiannya.

Penyeledikan dilakukan dengan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menggali keterangan terhadap ibu Albayan, Asriah dan sejumlah tetangga korban.

Kapolsek Tamalate, Kompol Arif Amiruddin mengungkapkan, awal mula Albayan diketahui meninggal dunia, ketika sang ibu Asriah Ahmad ( 62), menelpon ponsel putranya.

Tiga hari berselang, nomor ponsel anaknya (Albayan) tidak kunjung memberi respon.

“Seperti biasanya, orang tua korban ini datang menjenguk anaknya (korban) setiap hari Jumat. Ibu ini kerja di Pengadilan Agama Soppeng. Saya sempat menanyakan ke beliau juga, menurutnya bahwa selama tiga hari dia menelpon anaknya (Albayan) tapi tidak diangkat, dia chat tidak dibalas,” kata Kapolsek Tamalate Kompol
Arif Amiruddin.

Tidak mendapat respon dari sang anak, lanjut Kompol Arif Amiruddin, Asriah pun menanyakan ke teman Albayan terkait kondisi putranya.

Ia lantas meminta teman Albayan untuk datang ke rumahnya.

“Setelah temannya (Albayan) cek di rumah, dia sampaikan ke ibu korban bahwa pintu rumanya terkunci, sehingga temannya tidak bisa masuk,” ujar Arif Amiruddin

Pukul 12.00 siang, sang ibu Asriah pun tiba di rumah dan langsung naik ke lantai dua.

“Saat naik ke lantai dua, saat itulah sang ibu ini mendapati putranya (Albayan) sudah tewas dalam kondisi tergantung,” ungkapnya

Sementara itu, rekan korban bernama Rehan (23), mengaku terakhir kali mendapat kabar dari Albayan tiga hari lalu.

“Terkahir saya dichat whatsApp sama dia (Albayan), tiga hari lalu tanggal 5 November 2019. Dia kirimiki gambar assalamu alaikum, tapi saya tidak balas karena tidurma, subuhnya baru saya baca,” ujar Rehan ditemui di TKP.

Semenjak itu, lanjut Rehan, ia dengan Albayan sudah tidak lagi berkomunikasi.

Rehan tidak menyangka, Albayan yang merupakan anggota sekaligus salah satu pendiri komunitas pecinta kucing Castel itu, meninggal dunia dalam kondisi yang cukup tragis. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya