Oknum Polisi di Makassar Diduga Salah Tangkap, Korban Mengaku Dianiaya

30 November 2019 15:20
Oknum Polisi di Makassar Diduga Salah Tangkap, Korban Mengaku Dianiaya

POSMAKASSAR.COM – Dituduh mencuri handphone (HP), Salman (21), mengaku dianiaya enam anggota polisi di Makassar.

Akibat penganiayaan tersebut, pemuda yang bermukim di sekitar Pasar Kalimbu, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar ini dikabarkan mengalami luka pada bagian alat vitalnya karena disetrum.

Salman juga mengaku bila dirinya menjadi korban salah tangkap dan sempat disiksa oleh oknum polisi di Makassar tersebut.

“Saya dituduh mencuri HP, padahal itu saya tidak melakukan,” ujar Salman saat ditemui awak media di rumahnya, Jumat (29/11/2019).

Salman yang sehari-harinya dikenal sebagai petugas kebersihan pasar ini menceritakan, peristiwa tersebut awalnya terjadi pada Minggu (13/10/2019) malam. Saat itu, ia sedang berjalan di lorong dekat rumahnya yang tak jauh dari kompleks pasar. Lalu tiba-tiba ia dihampiri oknum polisi. Korban mengaku sempat diperlihatkan foto seseorang, yang tak lain rekannya bernama Sandi.

“Dia (polisi) tanya kau tahu ini orang, saya bilang ‘iya Pak, satu kamar (tahanan) ku dulu di Sekta 6 (Polsek Bontoala), tapi kasusku KDRT” ujar korban.

Disaat yang sama, kata Salman, ia kemudian dimasukkan kedalam mobil Toyota Avansa warna hitam bersama empat orang anggota polisi.

Di dalam mobil, kata dia, matanya ditutup menggunakan lakban lalu diajak keliling kota sebelum dibawa ke Mapolsek Rappocini, di Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar.

Saat perjalanan, Salam mengaku dianiaya.
“Pertama na’pukul pipiku, terus di ulu hatiku, terus na’bawama keliling-keliling. Saya tidak tahu kemana karena na’lakban’ki mataku,” ujar Salam dengan nada lemas.

Tidak sampai disitu, Salam mengaku kembali mendapat siksaan saat diturunkan dari mobil.

“Sudah itu dikasih turun’ka dari mobil baru disiksa’ka lagi, saya tidak tahu (lokasinya) karena dilakban mataku, tapi kayaknya itu di daerah (Jalan) Pettarani,” ujarnya.

Sambil disiksa, kata Salam, dirinya diminta untuk mengaku melakukan pencurian ponsel. Namun, ia yang merasa tidak melakukan aksi pencurian, menolak mengakui tuduhan tersebut.

Tidak hanya penyiksaan menggunakan tangan kosong. Salam mengaku mendapat penyiksaan dengan setrum listrik pada buah zakarnya.

“Disuruh’ka terus mengaku, jadi bilang’ma (dalam hati) kalau mengaku’a ini tambah disiksa’ka. Jadi bilang’ka, pak kalau mau’ki siksa’ka lebih baik saya dibunuh, apalagi disiksa’ma disetrum’mi bere-bere’ (buah zakar) ku kodong,” tuturnya.

Sementara itu, Kasubdit IV Krimum Polda Sulsel, Kompol Supriyanto yang dikonfirmasi menepis dugaan tersebut.

Menurutnya, Salman ditangkap Unit Reskrim Polsek Rappocini atas dugaan pencurian ponsel.

“Jadi kalau dibilang salah tangkap itu tidak benar. Ini yang bersangkutan (Salman) ada Laporan Polisi-nya kok dan sudah ditetapkan tersangka kasus pencurian handphone, saya baru saja hubungi penyidiknya di Polsek Rappocini,” kata Supriyanto.

Adapun ia dipulangkan ke rumahnya, lanjut Suprianto, lantaran ada permintaan dari keluarganya.

“Kenapa dipulangkan, karena kata keluarganya yang bersangkutan punya riwayat usus turun. Keluarganya minta untuk berobat kampung, makanya dipulangkan. Dan waktu diserahkan kondisinya baik-baik saja kok,” ungkap Supriyanto.

Pihaknya pun mengaku akan tetap menjalankan proses hukum yang menyeret nama Salman dalam kasus dugaan pencurian ponsel tersebut.

“Jadi kasusnya tetap jalan, kita akan tetap proses,” tegasnya.

Bantahan tersebut juga dikemukakan Kapolsek Rappocini, Kompol Edy Supriyadi.

Bahkan dengan tegas, Edy menyebut Salman adalah terduga pelaku pencurian ponsel di Rappocini, Kota Makassar.

“Tidak ada salah tangkap. Jangan dikategorikan salah tangkap karena dia pelaku. Yang bilang salah tangkap itu ibunya (Ibunya Salman), ” ujar Kapolsek Rappocini Kompol Edy Supriadi, kepada wartawan, Jumat (29/11/2019) malam.

Menurut Kompol Edy, Salman bersama tiga orang lainnya, diketahui terlibat pencurian ponsel pada Sabtu (27/7/2019).

Salman alias Aco, katanya, disebut ikut terlibat oleh salah satu pelaku yang lebih dulu ditangkap bernama Sandi. Salman, kemudian sudah mengakui perbuatannya saat diperiksa polisi.

“Dia lihat orang keluar dari ATM, kemudian dia tanya bahwa habis bensinku. Dengan Modus (tersebut) dia ambil handphonenya orang, baru mau nabusur orang,” ujar Kompol Edy.

Sementara, Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono, meminta Salman yang mengaku menjadi korban salah tangkap oknum polisi di Makassar, agar melapor ke Propam Polrestabes Makassar, termasuk bila mengaku dianiaya oknum polisi lalu mengalami pendarahan di bagian vitalnya.

“Iya, ke Propam, lapor saja,” ujarnya Kombes Yudhiawan Wibisono, saat dimintai konfirmasi, Jumat (29/11/2019).

Yudhiawan juga mengaku, telah meminta anggotanya menyelidiki laporan dugaan salah tangkap dan penganiayaan tersebut.

“Iya, saya sudah memerintahkan Kapolsek Rappocini untuk mengecek laporannya sampai di mana, sama Kepala Seksi Propam yang ada di Polrestabes Makassar,” ujar Yudhiawan.

Sementara Ibu Salman, Asma (57), diketahui telah melaporkan dugaan penganiayaan yang dialami putranya itu.

Kepada awak media saat ditemui di rumahnya, Asma mengaku telah melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Makassar, pada Kamis (28/11/2019).

Sambil berlinang air mata, Asma menceritakan. Berselang tiga hari setelah penangkapan, anaknya dibawa pulang oleh polisi ke rumahnya. Katanya, mencari barang bukti.

“Anak saya datang bersama polisi, katanya mau cari busur di rumah karena terlibat pembusuran. Tapi mana ada busur di rumah, tidak ada dia dapat,” ucapnya.

Setelah tidak mendapatkan barang bukti, Salman kembali dibawa pergi. Asma mengakui, dia pernah ke Polsek Rappocini untuk menjenguk anaknya, tapi tidak diperbolehkan bertemu.

Pada 22 Oktober, tambahnya, baru di izinkan bertemu dan ia berhasil membawa keluar anaknya untuk berobat. “Dadanya bengkak. Dia tak bisa lagi jalan. Alat kelaminnya ada luka berlubang dan berdarah” katanya.

Menurut Asma, anaknya tersebut dipaksa mengaku oleh anggota polisi. Dia disetrum di bagian dada dan alat kelaminnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya