Berstandar Internasional, Stadion Mattoanging Didesain Bentuk Kapal Pinisi

12 December 2019 20:45
Berstandar Internasional, Stadion Mattoanging Didesain Bentuk Kapal Pinisi

POSMAKASSAR.COM – Desain rencana renovasi Stadion Andi Mattalatta (Mattoanging) Makassar telah dipublikasikan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Desain tersebut dirancang oleh seorang arsitek yang banyak mengerjakan proyek pemerintah, salah satunya ruang terbuka hijau dan koridor di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

Gregorius Antar Awal atau biasa disapa Yori Antar, sang arsitek ini mendesain stadion Mattoanging yang baru, terinspirasi dari kapal pinisi, dengan ornamen kain tenun Bugis, serta akan dilengkapi dengan logo PSM Makassar.

Tipologi bentuk kapal pinisi yang membesar ke atas diimplemetasikan ke prinsip dasar bangunan stadion yang akan dibangun setinggi gedung 5 lantai.

“Jadi kita rancang stadion ini dengan standar internasional (standar FIFA dan AFC), dengan tribun dua tingkat, bangunannya sendiri kurang lebih setinggi bangunan 5 lantai,” kata Yori Antar, Rabu (12/12/2019).

Stadion ini, kata dia, dirancang untuk menampung 30.000 penonton, dimana setiap penonton akan duduk di satu bangku.

“Kalau lihat (tempat duduk penonton) Stadion Mattoanging yang sekarang itu sebetulnya layaknya bangku-bangku panjang. Ini nanti akan diubah jadi standar internasional, satu orang satu bangku,” ucapnya.

Yori menjelaskan, dua tingkat tribun di Mattoanging nantinya terdiri dari tempat untuk penonton VIP di tribun lantai dua tepatnya di sebelah timur stadion, dan empat kelas tribun yang terdapat di lantai satu dan dua.

Tak hanya itu, ruang ganti dan bench untuk pemain juga akan dibuat sesuai standar yang telah ditetapkan FIFA dan AFC. “Kita rancang untuk bisa dipakai kompetisi internasional,” paparnya.

Kawasan Stadion Mattoanging akan di renovasi di atas lahan seluas 7,5 hektar, dimana luas bangunan stadion 1,5 hektar dan luas lapangan 1,6 hektar. Yori ingin agar Mattoanging tidak saja menjadi tempat untuk menyaksikan pertandingan sepakbola, tapi juga dapat menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk berbagai aktivitas. Untuk itu, kawasan Mattoanging akan terbagi menjadi dua zona, yakni untuk arena olahraga dan ruang terbuka hijau.

“Jadi kami punya konsep bahwa Indonesia ini kan negara dua musim, dimana aktivitasnya yang paling kuat ya aktifitas outdor, jadi bukannya ada di dalam bangunan seperti yang sekarang banyak aktivitas malah ada di dalam mall,” jelasnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya