Selain di Sidrap, Komplotan Tuanaya Pernah Bobol Brankas PDAM Makassar

12 December 2019 14:17
Selain di Sidrap, Komplotan Tuanaya  Pernah Bobol Brankas PDAM Makassar

POSMAKASSAR.COM — Para pelaku pembobol brankas dan pencuri uang sekitar Rp 697 juta milik perusahaan distributor rokok PT Surya Madistrindo, di Dusun Kampung Baru, Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, disebut merupakan residivis.

Komplotan Tuanaya atau Rongge cs ini merupakan terpidana pembobol brankas milik PDAM Makassar senilai Rp 1, 2 miliar.

“Mereka kawanan yang sama. Memang ini dia (pembobol berangkas) yang di PDAM dulu,” kata Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Benny Pornika, kepada wartawan di Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Kamis (12/12/2019).

Menurut Benny, para pelaku yang sebelumnya membobol brankas PDAM Makassar yakni Tuanaya (44) dan Tama Jaya (29). Namun dalam kasus di Sidrap, terdapat tiga orang pelaku lainnya, yakni Amran Mangera (35), Darwin (44), serta perempuan bernama Rika Tayang (24).

“Mereka baru selesai menjalani hukuman di Lapas Makassar sekitar 2 tahun lalu,” kata Benny.

Selain beraksi di Sulsel, kawanan pelaku juga pernah beraksi di Yogyakarta.

“Mereka juga mengaku pernah beraksi di Yogyakarta. Lintas provinsi dia,” katanya.

Sementara itu, Wakapolda Sulsel, Brigjen Adnas mengungkap bahwa lima anggota kawanan spesialis pembobol brankas ini melakukan aksinya dengan cara mencungkil brankas memakai linggis.

“Brankas mereka bobol pakai ini (linggis),” ujar Adnas.

“Mereka beraksi pukul 03.00 Wita dini hari, kantor dalam keadaan kosong, mereka masuk dan membobol brankas,” jelasnya.

Dari lima pelaku, polisi lebih dulu menangkap Muh Tuanaya alias Rongge (44) selaku otak pembobolan. Tuanaya disergap di kampung halamannya, Maluku Tengah, Maluku, pada Senin (9/12/2019).

Sementara empat pelaku lainnya, Tama Jaya (29), Amran Mangera (35), Darwin (44), serta perempuan bernama Rika Tayang (24) diringkus di Makassar.

“Peran mereka beda-beda, di antaranya ada yang mencari informasi, ada yang mendalami lokasi. Tentu mereka sudah pelajari ini,” kata Adnas.

Kini tiga pelaku lainnya masih diburu polisi. “Mereka kita kenakan Pasal 363 KUHP,” ungkapnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya