Sembunyikan Ribuan Ekstasi di Mesin Pompa Air, Dua Warga Makassar Dibekuk Polisi

16 January 2020 18:03
Sembunyikan Ribuan Ekstasi  di Mesin Pompa Air, Dua Warga Makassar Dibekuk Polisi

POSMAKASSAR.COM – Tim Elang Satuan Narkoba Polrestabes Makassar berhasil menggagalkan peredaran 5000 butir pil ekstasi dan meringkus dua orang terduga pelaku atau bandar ekstasi, di salah satu rumah toko (ruko) yang berlokasi di Jalan Daeng Tata, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, pada Rabu (15/1/2020) malam.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono didampingi Kasat Narkoba Kompol Diari Atetika, saat merilis pengungkapan kasus itu di Aula Mapolrestabes Makassar mengungkapkan bahwa modus peredaran ekstasi tersebut dilakukan dengan cara memasukkan bungkusan ekstasi ke dalam mesin pompa air.

Ekstasi jenis nanas tersebut, kata dia, dibungkus dalam saset berukuran sedang. Jumlahnya sebanyak 50 bungkus.

“Jadi ekstasi ini dimasukkan ke dalam mesin air (pada bagian tempat oli), karena mesinnya masih baru jadi olinya kan tidak ada, jadi masukin semua ditempat oli itu, ditumpuk semua,” kata Yudhiawan Wibisono, Kamis (16/1/2020) siang,

Menurutnya, dalam sebungkus ekstasi itu terdapat 100 butir yang jika ditotalkan, jumlahnya mencapai 5000 butir.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua terduga pelaku, yakni Muh Ali Imran (32) warga Jalan Damai, Kota Makassar dan Alex Iskandar (45) pemilik ruko di Jalan Daeng Tata yang menjadi lokasi penggerebekan.

Dalam penangkapan itu, Muh Ali Imran terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas pada bagian betisnya setelah berusaha kabur dan mencoba melawan petugas.

Lebih jauh Yudhiawan menerangkan, ekstasi granat ini diduga diperoleh kedua terduga pelaku dari luar pulau Sulawesi. Rencananya akan diedarkan di Sulsel dan khusus di Kota Makassar. 

“Diduga barang haram ini akan di edarkan di Kota Makassar dan diperoleh dari luar Sulawesi. Tentunya kita akan kembangkan lagi untuk mengetahui darimana asal barang ini,” sambungnya.

Atas perbuatannya, kedua terduga pelaku dijerat dengan pasal 112 ayat 2 atau 114 ayat 2 Junto pasal 132 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan kejahatan hukuman minimal 6 tahun penjara dan maksimal 20 tahun berlalu saat hidup hidup. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya