Memeras Pengendara Disejumlah Lokasi, Polisi Gadungan ini Ditembak Unit Jatanras Polrestabes Makassar

20 January 2020 04:14
Memeras Pengendara Disejumlah Lokasi, Polisi Gadungan ini Ditembak Unit Jatanras Polrestabes Makassar

POSMAKASSAR.COM – Tim Jatanras Polrestabes Makassar meringkus pria bernama Lufti Tahajuddin (31), warga Jalan Inspeksi PAM Lorong 1, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Lutfi diciduk jajaran Polrestabes Makassar usai menghajar seorang remaja di Tanjung Bayam, Kecamatan Tamalate, Jumat (17/1/2020) malam.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko mengungkapkan, selain kasus pencurian dan penggelapan, Lutfi juga dilaporkan dalam kasus pemerasan di jalan raya.

“Ada 14 laporan kepolisian yang masuk atas tindakannya,” kata Indratmoko yang dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat, Minggu (19/1/2020).

Menurut Indratmoko, Lutfi dilaporkan memperdaya sejumlah pengendara dengan cara menyamar sebagai polisi.

Dengan bermodalkan rompi bertuliskan SWAT (Special Weapons And Tactics-polisi khusus Amerika), pria ini mengaku sebagai anggota Tim Penindakan Gangguan Kantibmas (Penikam) Polrestabes Makassar dan berhasil meraup rupiah dari sejumlah pengendara hasil pemerasan di jalan raya.

Tidak hanya satu lokasi, aksi Lutfi Tahajuddin disebut berlangsung pada sejumlah lokasi jalan protokol di Kota Makassar. Modusnya, sang Polisi gadungan ini menahan pengendara dan memeriksa kelengkapan surat-surat izin kendaraannya.

Apabila pengedara tersebut tidak dapat memperlihatkan surat-surat kendaraannya, Lutfi pun meminta sejumlah uang dari pengendara tersebut. Bahkan, tak jarang dia memeras korbannya agar menyerahkan ponsel yang dimilikinya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polrestabes 
Makassar, Kompol Supriady Idrus, mengungkapkan sejumlah lokasi dimana Lutfi melancarkan aksi kejahatannya, yaitu antara lain ;

-Jl AP Pettarani, menahan pengendara motor lalu memeriksa kelengkapan surat-surat motor tersebut. Meminta uang tebusan Rp 200 ribu kepada pengendara yang suratnya tidak lengkap.

-Jl Urip Sumoharjo, depan Kantor DPRD Provinsi Sulsel menahan pengendara motor, lalu memeriksa kelengkapan surat-surat motor tersebut. Modusnya sama, apabila tidak lengkap pengendara itu dimintai uang tebusan Rp 300 ribu.

– Jl Perintis Kemerdekaan, depan SPBU BTP, menahan pengendara motor, lalu memeriksa kelengkapan surat-surat motor tersebut. Dan apabila tidak lengkap, lalu meminta sejumlah uang tebusan sejumlah Rp 300 ribu.

– Di depan gerbang BTP, menahan pengendara motor, lalu memeriksa kelengkapan surat2 motor tersebut, dan apabila tidak lengkap lalu meminta sejumlah uang tebusan Rp 200.000,- Depan pintu satu Unhas, memeriksa kelengkapan surat2 motor tersebut, dan apabila tidak lengkap lalu meminta sejumlah uang tebusan Rp.300.000,-

– Jl. Boulevard, mengaku sebagai anggota resmob kepada dua orang yang sedang makan. Lalu meminjam ponselnya, dan saat pemilik ponsel lengah, pelaku membawa pergi ponsel tersebut.

– Jl Ahmad Yani, mengaku anggota dan akan menjual ponsel murah, lalu meminta sejumlah uang Rp 400 ribu kepada orang tersebut dengan menjanjikan akan membawah ponsel. Namun, pelaku pergi dan tidak kembali.

Selain itu, data yang diperoleh dari Haji Edy sapaan Kompol Supriady Idrus, Lutfi juga dikabarkan sebagai mantan residivis kasus pencurian motor di Polsek Manggala, kasus penggelapan motor di Wilayah Polsek Mamajang dan kasus penggelapan alat elektronik di wilayah Polsek Panakukang.

“Dari sekian TKP, barang bukti berupa HP (yang diambil pelaku, dijual kepada M Anas, yang bekerja sebagai tukang jual beli HP bekas di kios tenda biru Jalan Tinumbu,” kata Haji Edy sapaan Supriady Idrus, Minggu (19/1/2020) sore.

Saat hendak dibawa untuk mencari tempat ia menyembunyikan barang bukti kejahatannya, Lutfi pun terpaksa dilumpuhkan polisi lantaran mencoba kabur.

Lufti kata Haji Edy, berusaha melarikan diri dan mencoba lompat dari kendaraan petugas dengan mendorong dan membenturkan kepalanya ke arah wajah anggota kemudian melarikan diri.

“Anggota melakukan pengejaran dan memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali namun tidak diindahkan oleh pelaku (Lufti) sehingga dengan terpaksa anggota memberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki bagian betis sebelah kanan sebanyak dua kali,” ujarnya.

Lufti yang tersungkur pun kemudian dilarikan menuju Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan perawatan medis.

Seusai menangkap Lufti Tahajuddin, Unit Jatanras pun bergegas menangkap M Anas yang diduga sebagai penadah. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya