Tolak Bertemu YOSS, Nurdin Abdullah : Eksekusi Tetap Dilakukan

20 January 2020 20:12
Tolak Bertemu YOSS, Nurdin Abdullah : Eksekusi Tetap Dilakukan

POSMAKASSAR.COM – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah dengan tegas menyatakan dirinya tidak akan datang menemui Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) terkait polemik Stadion Andi Mattalatta (Mattoanging) Makassar.

“Bukan saya yang harus ketemu, masa kita yang ketemu, kita yang punya tanah kok,” kata Nurdin Abdullah.

Nurdin juga menegaskan bahwa pihaknya akan tetap melakukan eksekusi pada lahan tersebut.

“Ia dong. Tetap kita akan eksekusi, karena legalitas atas kepemilikan Mattoanging ada di tangan Pemprov Sulsel. Jangan sampai kita tidak bangun, apalagi kita sudah ada anggaran. Kalau tidak dibangun masyarakat yang rugi, yang mau menikmati stadion itukan masyarakat,” katanya saat ditemui awak media di Lobi Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (20/1/2020).

Menurutnya, tidak ada alasan Pemprov Sulsel menghentikan pembangunan stadion ini.

“Tidak akan ketemu (kalau YOSS minta ketemu langsung), kita punya harga diri, pemerintah harus punya wibawa,” kata Nurdin.

Menurutnya, penertiban Mattoanging akan tetap jalan karena Pemprov akan mulai melakukan pembangunan.

Untuk pembangunan stadion Mattoanging sendiri, kata dia, Pemprov Sulsel akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 200 miliar di tahun 2020 ini.

Nurdin juga heran mendengar kabar bahwa Komisi E DPRD Sulsel akan meminta Pemprov Sulsel menunda eksekusi penertiban stadion Mattoanging.

“Nggak ada itu (menghentikan eksekusi Mattoanging), pokoknya kita tetap jalan. Gimana caranya, dewan yang mengesahkan anggarannya untuk direnovasi, masa dia juga yang melarang lagi mau dieksekusi. Itu kan tumpang tindih namanya. Anggaran sudah disiapkan terus dilarang (eksekusi), jadi uangnya mau diapain,” kata Nurdin.

Stadion Mattoanging, lanjut dia, sudah sangat jelas sejarahnya. Menurutnya, negara telah mengakui lahan yang kini berdiri stadion tersebut diatasnya adalah lahan milik Pemprov Sulsel.

Sementara itu, Anggota DPRD Sulsel Irfan AB, meminta agar kedua belah pihak harus menahan diri.

Menurut dia, baiknya hal ini dibicarakan dengan pendekatan kekeluargaan, jangan sampai dilakukan eksekusi hingga menimbulkan jatuhnya korban.

“Jadi diselesaikan dengan cara yang baik-baik, jangan main eksekusi. Jangan sampai ada korban dalam eksekusi itu,” ujarnya saat rapat dengar pendapat. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya