Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UIN Alauddin, Peran Pengganti Korban Kesurupan

21 January 2020 23:03
Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UIN Alauddin, Peran Pengganti Korban Kesurupan

POSMAKASSAR.COM- Aparat kepolisian menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Asmaul Husnah (21), mahasiswi UIN Alauddin Makassar yang tewas dibunuh kekasihnya, Andi Ridhayatul Khaer alias Ridho (21).

Rekonstruksi kasus ini digelar di lokasi kejadian, Perumahan Citra Elok, Kelurahan Tamangapa, Manggala, Makassar pada Selasa (21/1/2020).

Dalam reka adegan itu, polisi menghadirkan pelaku Ridho, yang juga pacar korban.

Sementara korban Asmaul Husnah diperankan oleh Sari. Namun saat rekonstruksi di kamar tempat korban dibunuh, perempuan yang berperan sebagai korban ini, sempat mengalami kesurupan.

Sari mulai merasakan hal aneh saat memasuki adegan terakhir dari total 28 adegan yang diperagakan.

Seusai adegan itu diperagakan, Sari mulai mengalami pusing dan mempersilahkan penyidik lebih dahulu keluar dari kamar Asmaul Husnah, lokasi tempat kasus pembunuhan itu.

Sari mengaku sempat mendengar korban (Asmaul Husnah) hadir di dalam kamar. Korban (Asmaul Husnah), kata Sari, menangis tepat di atas bantalnya.

Mulai saat itu, Sari merasa tidak nyaman dan mengaku kepalanya mengalami pusing.

Saat penyidik berada di luar kamar, tepat di ruang tengah, Sari yang masih di dalam kamar lalu tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Ia pun dibopong ke luar kamar, tepatnya ke ruang tamu. Setelah berada di ruang tamu, Sari perlahan membuka mata. Namun langsung menangis.

“Na bunuhka Ridho, tante. Ridho tidak bertanggung jawab. Na bunuh ka tante.  Ku suruh tanggung jawab na tidak mau,”kata Sari sambil menangis.

Sari yang masih dalam kondisi tidak sadarkan diri juga sempat berucap, “mana mamaku tante,” ujarnya.

Tante Asmaul Husnah yang juga pemilik rumah, Mardini pun tidak kuasa menahan tangis melihat Sari kesurupan seoalah membayangkan cerita pilu ponakannya, Asmaul Husnah.

Sambil menangis, Mardini didampingi dua sepupu Asmaul Husnah pun menenangkan Sari yang belum sadarkan diri.

Sejumlah keluarga korban pun turut menangis. “Sabarko, sabarko, Nak, biar Allah yang balas,” ujar salah seorang tante korban yang juga menangis.

Setelah sekitar 15 menit Sari bercerita dalam kondisi tidak sadar, ia kemudian kembali normal dan suasana yang sempat menegangkan itu pun kembali cair.

Kapolsek Manggala, Kompol Hasniati mengungkapkan, dalam rekonstruksi itu, Ridho sang pacar sekaligus pelaku pembunuhan terhadap Asmaul Husnah, memperagakan sedikitnya 28 adegan.

“Ada 28 adegan sudah terlaksana semua dan apa yang diperlihatkan pelaku (Ridho) sesuai dengan apa yang dilakukan saat itu. Jadi dalam hal ini tidak ada bukti-bukti baru yang didapat oleh penyidik maupun dari jaksa,” kata Kompol Hasniati.

Yang dihadirkan dalam rekonstruksi itu, tambah Hasniati, terdapat juga dua sepupu korban (Asmaul Husna), Satriani dan Miftahul Nur (Nunu) serta pemilik rumah Mardini.

“Sementara dari pihak pelaku (Ridho) hanya dari pihak PH (penasehat hukum)nya saja,” ujarnya.

Aksi pembunuhan Ridho terhadap Asmaul Husnah sendiri diperagakan pada adegan ke 15.

“Jadi sebelumnya korban disekap, setelah disekap pelaku ini melihat korbannya (Asmaul Husnah) masih bernafas. Kemudian pelaku ke dapur mencari pisau. Setelah itu dia (pelaku) pun mengiris bagian leher korban dengan pisau, jadi satu kali tarikan saja” terang Hasniati.

Hasniati memastikan tidak ada unsur perencanaan dari kasus pembunuhan itu.

Pelaku Ridho pun dijerat pasal 338 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya