Rakit dan Beli Senpi Jenis Pen Gun, Dua Pelaku Diciduk Polisi

24 January 2020 20:29
Rakit dan Beli Senpi Jenis Pen Gun, Dua Pelaku Diciduk Polisi

POSMAKASSAR.COM – Tim Resmob Polda Sulsel menangkap dua orang terduga pelaku jual beli senjata api (Senpi) rakitan.

Kedua terduga pelaku yang diringkus, yakni Irham warga yang tinggal disalah satu asrama di Makassar, disebut sebagai penjual senjata rakitan. Kemudian Muhammad Naba alias Pabo (37), warga Dusun Bonto Ramba, Desa Abulo, Kabupaten Maros, sebagai pembeli senjata rekitan.

Pengungkapan kasus jual beli senjata rakitan ini, dirilis bersama oleh Wakapolda Brigjen Adnas, Direskrimum Kombes Pol Andi Indra Jaya, Kabid Humas Kombes Ibrahim Tompo, dan Kabid Dokkes, Kombes dr. Yusuf Mawadi, di Mako Polda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jumat (24/1/2020)

“Pengungkapan ini adalah hasil kerjasama kami (Polda Sulsel) dan Polres Tangerang. Awalnya terduga penjualnya atas nama Irham ditangkap, tapi dia sudah dibawa oleh tim Polres Tangerang. Setelah itu, tim kami (Resmob Sulsel) kembangkan lagi dan menangkap terduga pembeli atas nama Muhammad Naba di Maros,” ungkap Direskrimum Polda Sulsel, Kombes Pol Andi Indra Jaya.

Sementara barang bukti yang diamankan, kata Indra, diantaranya berupa senjata api (Senpi) rakitan jenis kaliber 2 dan dua butir amunisi kecil siap pakai. 

Menurutnya, Irham yang diketahui tinggal di salah satu asrama diwilayah Makassar dibekuk karena diduga merakit senjata Kaliber 2.

Pelaku Irham, diduga merakit senjata jenis Kaliber 2 itu didalam asrama semacam ‘home industri’. Pelaku lalu menjual senjata tersebut ke warga Kabupaten Maros.

“Sebenanrya produk rumahan atau home industri, karena ada beberapa peralatannya juga sudah kami amankan,” jelas Andi Indra.

Selain mengamankan pelaku Irham yang kemudian dibawa ke Polres Tangerang, menurut Indra, tim Resmob juga amankan senjata rakitan jenis lain.

“Ada juga senjata rakitan jenis lain yang pelaku buat, yaitu senjata softgun yang dia ubah jadi senjata revolver,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakapolda Sulsel Brigjen Adnas menambahkan, Muhammad Naba dibekuk Resmob Polda Sulsel terkait kepemilikan senpi rakitan berbentuk pulpen (pen gun) yang diduga akan dipakai untuk tindakan kejahatan.

“Ini adalah salah satu fenomena baru, mungkin juga hal ini banyak juga diproduksi di tempat lain ini, menurut saya adalah salah satu senjata rakitan yang dibuat dengan jenis 22 ini kaliber 22 yang dibuat ini apa namanya yang harus kita antisipasi supaya tidak berkembang dan ini jadikan senjata yang akan digunakan untuk melakukan kejahatan,” kata Brigjen Adnas.

Adnas mengatakan kepemilikan senjata api tanpa memiliki izin merupakan hal terlarang. Polisi pun akan menelusuri produksi senpi rakitan ini agar tak beredar di masyarakat.

“Ini saya harap kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati, hal-hal yang memproduksi seperti ini sedang kita upayakan mengembangkan ini supaya ini tidak menjadi tren untuk di Sulsel,” jelasnya.

Selain senjata rakitan jenis pen gun, polisi menyita sejumlah amunisi aktif 22 mm. Tersangka pun dijerat Pasal 1 ayat (2) UU Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun penjara. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya