Gadai Belasan Laptop Milik Korbannya, ASN Gadungan ini Diciduk Polisi

28 January 2020 18:25
Gadai Belasan Laptop Milik Korbannya, ASN Gadungan ini Diciduk Polisi

POSMAKASSAR.COM – Unit Jatanras Polrestabes Makassar membekuk lelaki Nasrullah alias Ulla (28), warga Jalan Bontotangnga, Kecamatan Rappocini karena aksinya menyamar sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan menipu sejumlah korbannya dengan modus menyewa laptop dan iming-iming mendapatkan pekerjaan.

Oknum ASN gadungan yang mengaku bekerja di Badan Pusat Statistik (BPS) ini, diciduk saat berada di salah satu warkop dibilangan Jalan Talasapang, Kecamatan Rappocini, Makassar, Senin malam.

“Jadi, pelaku (Ullah) mengiming-imingi korbannya sebuah pekerjaan dalam bentuk membantu menginput data penduduk, dengan gaji sebulan Rp 2,5 juta,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko kepada wartawan saat merilis kasus tersebut, di Mako Polrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Selasa (28/1/2020).

Seusai meyakinkan korbannya, Ulla pun meminta korbannya untuk membawa laptop ataupun notebook. Dengan dalih untuk digunakan mengimput data.

“Pelaku (Ulla) memberitahu korbannya bahwa di kantor membutuhkan sejumlah laptop atau notebook untuk digunakan menginput data penduduk dan akan menyewanya Rp 200 ribu per hari,” ujarnya.

Seusai memperoleh laptop korbannya, Ulla pun menggadaikannya mulai Rp 400 ribu hingga Rp 1,7 juta.

Dalam aksinya, Ulla tercatat telah memperoleh Rp 15 juta dari total 19 unit laptop atau notebook yang digadainya.

“Uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhannya, yaitu membeli makanan dan membayar utang-utangnya,” terang Indratmoko.

Salah satu korbannya diketahui merupakan mahasiswa yang hendak magan. Pelaku juga dikabarkan mengaku kepada sejumlah korban dapat membantu korban untuk menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS) seperti dirinya. Namun salah satu korban berhasil membongkar modus pelaku dan melapor ke polisi.

“Kemudian salah satu korban mengecek data pelaku ini di Badan Pusat Statistik (BPS), ternyata tidak ada data sebagaimana pengakuan pelaku,” katanya.

Selain mengamankan pelaku Ullah, Unit Jatanras juga mengamankan delapan unit laptop, sejumlah ponsel, kartu debit, dan seragam ASN.

“Seragam ASN itu dibelinya di Pasar Sentral sini. Harga seragam 1 paket Rp 180 ribu, sepatu Rp 90 ribu, dan lambang seragam PNS dibeli terpisah,” papar Indratmoko.

“Sementara dari hasil pemeriksaan terdapat 17 korban dengan barang bukti 19 laptop. Sementara yang teridentifikasi baru 4 orang korban. Kita harapkan korban yang lainnya datang ke Polrestabes untuk kita periksa keterangannya,” sambung Indratmoko.

Nasrullah sendiri tercatat sebagai alumni jurusan Matematika di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar pada tahun 2015 lalu.

“Baru lulus. Tapi belum punya penghasilan. Hasil nipu dan gadai itu katanya buat bayar utang. Sementara kita jerat dia dengan pasal penipuan dan penggelapan,” katanya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya