Dendam, Motif Mawang Nekat Membunuh Ali Sukri

10 February 2020 22:45
Dendam, Motif Mawang Nekat Membunuh Ali Sukri

POSMAKASSAR.COM – Pelaku penganiayaan terhadap pasangan suami istri (pasutri) di Jalan Kemauan, Kelurahan Bara-baraya Timur, Kecamatan Makassar, Kota Makassar
pada Sabtu (8/2/ 2020) malam, Darmawang alias Mawang (36) mengaku nekat menghabisi nyawa tetangganya itu karena dendam.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo saat merilis kasus tersebut di Mapolda Sulsel, Senin (10/2/2020) mengatakan, motif pelaku sehingga nekat membunuh Ali Sukri (30) karena dendam, setelah korban mengucapkan kata-kata kotor dan mengancam istri pelaku.

“Jadi motifnya dendam. Kejadian tersebut terjadi pada saat Mawang masih menjalani masa hukuman di Lapas Makassar. Hal itu ia ketahui setelah istrinya datang membesuk dan menceritakan kejadian tersebut,” ungkap Ibrahim Tompo.

Mawang sendiri, kata dia, merupakan residivis dalam kasus pencurian dan juga kasus pembunuhan. Ia pernah menjalani masa hukuman delapan tahun di Lapas Makassar dalam kasus pembunuhan pada tahun 2009 silam.

“Dia residivis dalam kasus yang sama. Dia bebas pada tahun 2013 lalu,” ujarnya

Akibat perbuatannya, kini Mawang kembali harus mendekam di balik jeruji besi atas perbuatannya menganiaya korban hingga meninggal dunia.

“Untuk pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia terancaman hukuman penjara selama 15 tahun atau hukuman mati,” kata Kabid Humas Polda Sulsel.

Kombes Ibrahim menerangkan, kejadian ini berawal saat pelaku melintas tidak jauh dari rumah korban dan melihat Ali Sukri (korban) sementara duduk-duduk di depan rumahnya, sehingga Mawang langsung pulang ke rumahnya mengambil sebuah pisau dapur dan anak panah.

Setelah itu, pelaku datang ke rumah korban hendak menyerang korban. Namun, istri korban (Irma) memeluk dan menahan pelaku, tetapi Mawang terus memberontak hingga pisau yang dibawa pelaku mengenai tangan Irma.

“Korban sempat menangkis serangan pelaku hingga tangan kananya terluka, lalu korban berlari ke semak-semak dekat rumahnya, tetapi pelaku mengejar korban, lalu pelaku atau Mawang ini melepaskan anak panahnya sebanyak empat kali yang mengenai dada korban sehingga nyawa korban tak dapat diselamatkan. Sementara, pelaku usai melancarkan aksi dendamnya langsung melarikan diri ke kawasan galangan kapal untuk bersembunyi,” terangnya.

Personel Resmob Polda Sulsel yang melakukan penyelidikan kasus tersebut, selanjutnya berkoordinasi dengan pihak keluarga pelaku untuk mencari keberadaannya, sehingga lokasi persembunyiannya berhasil diketahui.

“Pelaku (Mawang) pun berhasil diamankan bersama barang bukti berupa sebilah pisau dapur dan anak panah beserta ketapelnya pada Minggu 9 Februari 2020, malam,” papar Ibrahim.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Korban (Ali Sukri) diketahui menghembuskan nafas terakhirnya saat berada di rumah sakit Awal Bros, akibat dua buah anak panah (busur) yang tertancap pada bagian perut dan dadanya.

Sementara istri korban, Irma (25) turut menjadi korban setelah ditebas oleh Mawang mengenai tangannya sehingga harus menjalani perawatan medis, akibat luka yang dialaminya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya