Gerebek Home Indusry di Kabupaten Wajo, Polisi Temukan 43 Senpi Rakitan

17 February 2020 15:30
Gerebek Home Indusry di Kabupaten Wajo, Polisi Temukan 43 Senpi Rakitan

POSMAKASSAR.COM – Tim Resmob Polda Sulsel mengamankan tiga orang pelaku pembuat senjata api berbagai jenis, di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ketiga pelaku tersebut yakni, Chairil Anwar (39), Adel Ismawan (47), dan Darmawati 42.

Kepala Kepolisian Polda Sulsel, Irjen Guntur Laupe, saat merilis kasus tersebut mengatakan, aksi ini terbongkar setelah ditemukan adanya pengiriman barang berupa senjata api dari Makassar ke Jakarta melalui paket.

Dari temuan itu, kata Guntur, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil membongkar ‘home industry’ dengan praktik pembuatan senjata api tersebut.

“Jadi, awal mula ditemukannya barang sebanyak ini, baik itu senjata rakitan maupun peluru-peluru di hadapan kita, bermula dari adanya laporan pihak petugas bandara, saat barang tersebut akan dikirim ke Jakarta melalui paket. Berdasarkan laporan itu, kemudian dikoordinasikan dan kembangkan siapa pengirimnya dan siapa akan menerima barang tersebut di Jakarta. Barangnya sendiri dari Makassar dan akan dikirim ke Jakarta,” kata Irjen Guntur Laupe, di Mapolda Sulsel, Senin (17/2/2020).

Dari hasil pengembangan tim ResmobĀ Polda Sulsel, lanjut Guntur, polisi kemudian menyebut jika tempat produksi senjata api itu berada di Kabupaten Wajo. Polisi kemudian menuju lokasi dan mengamankan puluhan senjata api berbagai jenis.

Guntur menyebut jika para pelaku mahir membuat senjata api lantaran bekerja sebagai pandai besi dan tulang las. Kemampuan ini kemudian digunakan para pelaku untuk memproduksi senjata api tersebut.

“Setelah kita kembangkan asal-usul pengiriman barang tersebut dan telusuri domisili pengirimnya, tim kita pun berhasil menemukan beberapa barang bukti senpi (senjata api) hasil rakitan yang dimiliki oleh warga kita sendiri. Setelah itu kita kembangkan lagi ke daerah Wajo, ternyata disana memang ada pandai besi atau tukang las yang mahir membuat (Senpi) seperti ini,” jelasnya.

Selain mengamankan tiga pelaku, polisi juga menyita 43 senpi rakitan milik para pelaku. Enam diantaranya merupakan senjata api jenis revolver, sementara sisanya merupakan senjata jenis senapan angin.

Selain itu, polisi juga mengamankan ratusan jenis peluru aktif dan dua unit mesin untuk membuat senjata yang digunakan para pelaku.

“Karena awalnya berupa home industry yang hanya bisa memproduksi senapan burung, sehingga petugas sekitarnya menganggap bahwa tidak ada masalah. Ternyata di balik itu, mereka ini (para pelaku) juga membuat beberapa produk berbahaya seperti pistol yang bisa dijadikan senjata api dan itu meledak,” terang Guntur.

Produksi senjata api ini, ungkapnya, sesuai pengakuan pelaku sudah dilakukan sejak 2014 lalu. Pelaku juga menyebut bahwa mereka telah mengedarkan dan menjual sejumlah senjata api rakitan yang diproduksinya.

Atas pengakuan itu, Polisi pun menelusuri ke mana saja senjata api yang dijual pelaku tersebut, sambil mendalami dugaan kemungkinan senjata ini dimiliki kelompok tertentu.

Ketiga pelaku, menurut Guntur, dijerat dengan Pasal 1 Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 juncto Pasal 55 KUHP dengan pidana ancaman 10 tahun dan seumur hidup. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya