Sindikat Narkoba di Apartemen Vidaview Pasarkan Ganja Sintetis Via Instagram

26 February 2020 01:18
Sindikat Narkoba di Apartemen Vidaview Pasarkan Ganja Sintetis Via Instagram

POSMAKASSAR.COM- Polisi menangkap 21 orang yang diduga sebagai sindikat yang memproduksi dan mengedarkan narkoba jenis ganja sintetis di Apartemen Vidaview, Jalan Topaz Raya, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

Pengungkapan kasus itu berawal dari penangkapan tiga orang terduga pelaku, yang dicurigai sebagai pembeli yang mengambil narkoba di pot bunga yang ada di apartemen Vidaview, pada Sabtu (22/2/2020), sekitar pukul 03.00 Wita.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, selain menjual tembakau sintetis, para sindikat ini juga menyulap empat unit kamar apartemen mewah itu jadi tempat produksi alias pabrik narkoba.

“Ada empat unit kamar yang dijadikan tempat produksi tembakau tersebut, masing-masing berada di lantai 19, 20, 22, dan 24,” kata Kombes Ibrahim Tompo, di loby Apartemen Vidaview, seusai mengecek langsung tempat kejadian perkara (TKP) bersama sejumlah pejabat Polda Sulsel seperti Dirnarkoba Kombes Hermawan,
Selasa (25/2/2020).

“Jadi, setelah ketiga orang itu diperiksa dan dicecar pertanyaan, akhirnya mereka menceritakan asal muasal narkoba yang tertempel di pot. Dari situ polisi kemudian menggerebek 4 unit kamar apartemen, dan berhasil menangkap 18 tersangka lainnya,” papar Ibrahim.

“Jadi ada lima TKP, pertama 3 orang yang di pot bunga itu, di sekitar halaman. TKP kedua ada di kamar kurang-lebih 7 orang, kemudian TKP ketiga ada 5 orang, TKP keempat 4 orang, dan TKP kelima 2 orang,” tambah Ibrahim.

Dari hasil pemeriksaan polisi, para tersangka yang diketahui sebagai pembuat ganja sintetik itu, mengaku menjual narkotika golongan 1 tersebut melalui akun instagram.

“Jadi tersangka ini membeli barang melalui akun instagram dari luar Sulsel, dan setelah mereka ambil barangnya, dia mix (campur) lagi dengan ethanol untuk menambah beratnya,” kata Ibrahim Tompo.

Ganja sintetik yang telah dicampur itu, selanjutnya dijual kembali ke sejumlah pelanggannya, juga melalui akun instagram.

“Mereka juga membuka akun untuk menjual kepada pembeli-pembelinya. Modusnya dia menginformasikan dan menempelnya di suatu tempat yang sudah mereka tentukan,” ujar Ibrahim.

Keberadaan 21 tersangka di parartemen itu, lanjut Ibrahim, menempati empat kamar yang berbeda.

Mereka, masuk ke apartemen dengan cara menyewa unit yang telah dibeli sebelumnya oleh pemilik tetap.

“Awalnya mereka masuk di apartemen ini sendiri-sendiri, kan unit-unit apartemen di sini sudah disewakan tapi yang menyewakan bukan dari pihak pengelola, tetapi oleh orang per orang masing-masing. Sehingga, dalam hal ini pihak pengelola tidak mengetahui siapa identitas yang melakukan penyewaan unit-unit ini,” terangnya.

Kini para tersangka, kata Ibrahim, dijerat Pasal 112 dan Pasa 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta Pasal 132 ayat 1 UU Narkotika tentang pemufakatan jahat untuk tindak pidana narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar 
menggerebek pabrik narkotika jenis tembakau (ganja) sintetis di salah satu kamar mewah di apartemen Vidaview, Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol
Diary Astetika, yang dikonfirmasi awak media mengatakan, dalam pengungkapan itu, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah sachet besar tembakau sintetisi, delapan sachet sedang, alat timbangan, beberapa botol cairan kimia, ribuan sachet kosong, koper hingga bong atau alat hisap sabu-sabu serta buku tabungan berbagai bank.

“Beberapa alat untuk meracik tembakau sintetis berhasil disita. Dan juga 21 pelaku ikut ditangkap. Kita masih mengembangkan kasus ini karena diduga masih ada pelaku lain,” ungkap Diary. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya