Lockdown Butuh Banyak Biaya, Pemprov Sulsel Hanya Lakukan Isolasi Per Wilayah

31 March 2020 16:43
Lockdown Butuh Banyak Biaya, Pemprov Sulsel Hanya Lakukan Isolasi Per Wilayah

POSMAKASSAR.COM – Meski saat ini ada 50 warganya yang positif virus Corona dan 105 orang masuk kategori pasien dalam pengawasan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga saat ini belum memutuskan untuk melakukan lockdown.

Salah satu pertimbangan Pemprov Sulsel, karena biaya lockdown dinilai lebih mahal dan memilih hanya mengisolasi suatu wilayah atau mengkarantina daerah tertentu bila ada warganya yang masuk dalam kategori PDP atau terjangkit virus Corona.

Hal itu dikemukakan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dalam keterangannya kepada wartawan di Makassar, Selasa (31/3/2020).

“Jadi, kita lakukan dulu isolasi spot by spot, karena ini lebih efisien dan lebih mudah untuk kita mengontrol,” ujarnya.

Karantina atau isolasi per wilayah yang dimaksud, ialah menutup akses keluar masuk dan memperketat penjagaan terhadap kawasan permukiman yang terdapat positif Corona atau PDP Corona. Kawasan yang diisolasi dapat berupa 1 kelurahan, 1 kecamatan, perumahan, dan permukiman. Opsi ini dinilai lebih efektif dibanding melakukan lockdown total wilayah Sulsel yang biayanya sangat besar.

“Kami juga sudah menerima analisis atau kajian secara ekonomi. Jadi, penanganannya akan membutuhkan banyak sekali biaya ketika lockdown total itu kita berlakukan,” jelasnya.

“Apa yang kita lakukan adalah isolasi karantina per wilayah. Jadi wilayahnya misalnya kelurahan, ataupun wilayah kecamatan, atau juga wilayah perumahan lebih kecil, ketika di lokasi ini ada kejadian (positif COVID-19) atau indikasi suspect atau PDP,” lanjutnya.

Kawasan yang diisolasi akan dipantau dan dijaga ketat oleh aparat gabungan dan dipantau selama 14 hari masa inkubasi Corona.

“(Kawasan) yang diisolasi ini akan kita pantau, bagaimana (memenuhi) kebutuhan pangan, bagaimana akses masuk dan keluarnya,” tuturnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya