Masyarakat Diminta Bersabar, 60 Ribu Paket Sembako Dibagi Pada 21 April Nanti

13 April 2020 01:37
Masyarakat Diminta Bersabar, 60 Ribu Paket Sembako Dibagi Pada 21 April Nanti

POSMAKASSAR.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menegaskan bahwa 60 ribu paket sembako yang dijanjikan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Virus Corona Disease (Covid-19), baru akan dibagikan pada 21 April 2020 mendatang atau tepatnya menjelang Bulan Suci Ramadhan 1441 H.

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Mukhtar Tahir saat dihubungi menjelaskan hal tersebut, pada Minggu (12/4/2020).

Menurut Utta, sapaan akrab Kadis Sosial ini, untuk sementara ini pihaknya masih melakukan pendataan kepada masyarakat terdampak covid-19 melalui RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan.

‘’Dalam beberapa hari terakhir, kita baru mendata.Dan data-data itu tentu harus akurat serta jelas nama dan alamat penerimanya, supaya pada pembagiannya nanti tidak dobel,” jelas Utta.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemkot Makassar sesuai janji Penjabat (Pj) Walikota Makassar siap menjamin kebutuhan masyarakat terdampak selama masa pandemi Covid-19.

‘’Pokoknya, paket sembako itu nantinya akan didistribusikan ke rumah masing-masing sesuai data yang ada. Karena itu saya minta masyarakat untuk bersabar,” katanya.

Selama ini, menurut Mukhtar Tahir, Pemkot Makassar belum menyalurkan paket sembako ke masyarakat. Sembako yang dibagikan oleh Pj Walikota Makassar pada Rabu (8/4/2020) lalu, adalah hasil sumbangan atau bantuan dari sejumlah pengusaha, lembaga dan organisasi.

‘’Jadi yang dari Pemkot belum terdistribusi. Nanti tanggal 21 April baru kita bagikan serentak ke 15 kecamatan. Jadi yang 60 ribu paket itu belum korek-korek. Itupun sebenarnya menurut saya masih kurang,” kata dia.

Hingga Sabtu (11/4/2020) menurut Mukhtar sudah ada 54 ribu data yang masuk. Baik melalui proses pendataan dari tingkar RT dan RW maupun melalui dua nomor hotline 0821 5745 5350 atau 0821 5745 5351.

‘’Kami menargetkan sekitar 60-an ribu. Bahkan bisa saja lebih dari estimasi awal,” katanya.

Sementara itu terkait anggaran senilai Rp 190 miliar (Rp 30 M dari Belanja Tak Terduga (BTT) Rp 10 M dana reses DPRD Makassar dan Rp 150 M dari alokasi 10 persen anggaran seluruh SKPD) yang akan digunakan untuk penanggulangan dan penanganan wabah virus corona atau Covid-19 di Kota Makassar dan telah disetujui oleh DPRD Makassar, Mukhtar Tahir mengaku belum bisa berkomentar banyak. Yang pasti, masih menunggu berapa anggaran dari hasil refocusing dan pengalihan anggaran.

‘’Memang sudah disetujui oleh Badan Anggaran DPRD Makassar. Tapi kan SK dari Pak PJ (Pj Walikota)  belum keluar. Karena yang digunakan dana APBD, payung hukumnya harus jelas. Kita harus hati-hati. Saya tidak mau di kemudian hari ada temuan, tentu yang diperiksa saya,” tegas Mukhtar. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya