Laksanakan Hasil Ratas, Gubernur Sulsel Larang Warga Mudik

22 April 2020 06:53
Laksanakan Hasil Ratas, Gubernur Sulsel Larang Warga Mudik

POSMAKASSAR.COM – Pemerintah RI resmi melarang mudik ramadhan dan lebaran bagi masyarakat di tengah masa pandemi virus corona (COVID-19). Larangan tersebut akan berlaku mulai Jumat, 24 April 2020.

Keputusan tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas (Ratas) di Istana Presiden, yang disiarkan langsung lewat akun YouTube Setpres, Selasa (21/4/2020).

Larangan ini, disebut Jokowi, berlaku bagi semua masyarakat untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

“Pada rapat hari ini, saya ingin menyampaikan juga bahwa mudik bagi semuanya akan kita larang,” kata Jokowi.

Jokowi mengungkapkan pertimbangannya melarang mudik lebaran dan selanjutnya meminta jajarannya untuk menyiapkan larangan mudik bagi warga.

Menjalankan keputusan tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah (NA) pun menghimbau agar masyarakat Sulsel bisa mentaati, dengan tidak melakukan mudik awal Ramadhan maupun Idul Fitri 1441 H.

“Tentu kita akan menjalankan apa yang menjadi keinginan bapak presiden dan saya kira itu untuk kepentingan bangsa dan negara dalam suasana Covid-19 sekarang,” ujar NA via rekaman video Humas Pemprov Sulsel, Rabu (21/4/2020).

Menurutnya, pasien positif Covid-19 ini tentu akan terus mengalami peningkatan baik Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), maupun yang positif.

Menunda mudik itu, katanya, adalah salah satu upaya untuk memotong mata rantai penularan virus corona tersebut.

“Kami tentu mengapresiasi bapak presiden yang telah mengeluarkan instruksi untuk melarang mudik, itu akan sangat membantu bagi kami di daerah,” ujarnya.

“Karena sekarang ini kami lagi bergelut untuk memotong rantai dari local transmission. Mudah-mudahan kita bisa mengatasi ini dalam waktu cepat dan sekali lagi saya menyampaikan terima kasih kepada bapak presiden yang telah membuat instruksi untuk melarang mudik pada Ramadhan kali ini,” tambahnya.

Sebagai implementasi, mantan Bupati Bantaeng dua periode itu juga telah menerbitkan imbauan atau edaran panduan pelaksaan ibadah keagamaan dan ibadah Ramadhan 2020, khususnya bagi umat Islam Sulsel di tengah pandemi Covid-19.

Ibadah Ramadhan 1441 Hijriah akan berbeda dibanding tahun sebelumnya karena wabah Virus Corona.

Surat Edaran Nomor: 450/2715/B.Kesra tentang Himbauan kepada Masyarakat Provinsi Sulsel terkait pelaksaan kegiatan keagamaan di Sulawesi Selatan

Berikut 17 poin edaran gubernur yang dilansir :

1. Terus meningkatkan pelaksanaan ibadah, memperbanyak istigfar dan doa kepada Allah SWT, Salawat kepada Nabi Muhammad SAW, melakukan Qunut Nazilah serta memantapkan tawakkal kepada Allah SWT;

2. Menjaga dan memelihara persatuan, kerukunan, silaturrahim, solidaritas. serta menjaga diri untuk tidak membuat dan menyebarkan berita bohong (hoax).

3. Pelaksanaan Salat Jumat dan Salat berjamaah di masjid diganti dengan salat Dzuhur dan salat berjamaah di tempat tinggal masing-masing;

4. Dalam memasuki bulan suci Ramadan, umat Islam diwajibkan melaksanakan ibadah puasa sesuai dengan ketentuan ajaran agama Islam;

5. Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti, tidak perlu sahur on the road atau buka puasa bersama;

6. Salat Tarawih dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah;

7. Tilawah atau tadarus Alquran dilakukan di rumah masing-masing berdasarkan perintah Rasulullah SAW untuk menyinari rumah dengan tilawah Alquran;

8. Buka puasa bersama baik dilaksanakan di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun musala ditiadakan;

9. Peringatan Nuzulul Quran dalam bentuk tabliq dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar, baik di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun musala ditiadakan;

10. Tidak melakukan iktikaf di 10 malam terakhir bulan Ramadan di Masjid/Musala;

11. Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1441 H menunggu keputusan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan keputusan Kementerian Agama Republik Indonesia;

12. Agar tidak melakukan kegiatan sebagai berikut:
– Shalat Tarawih Keliling;
– Takbiran keliling, kegiatan takbiran cukup dilakukan di masjid/musholla dengan menggunakan pengeras suara;
– Pesantren Kilat kecuali media elektronik.

13. Silaturahim atau Halalbihalal yang lazim dilaksanakan ketika hari raya Idulfitri bisa dilakukan melalui media social dan video call;

14. Pengumpulan dan pembagian Zakat Fitrah dan/atau ZIS (Zakat, Infak dan Shadaqah):
a. Bagi Organisasi Pengelola Zakat untuk sebisa mungkin meminimalkan pengumpulan zakat melalui kontak fisik; tatap muka secara langsung dan membuka gerai di tempat keramaian, hal tersebut diganti menjadi sosialisasi pembayaran zakat melalui layanan jemput zakat dan transfer layanan perbankan;
b. Organisasi Pengelola Zakat berkomunikasi melalui unit pengumpul zakat (UPZ) dan panitia Pengumpul Zakat Fitrah yang berada di lingkungan masjid, musala dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat untuk menyediakan sarana untuk cuci tangan pakai sabun (CPTS) dan alat pembersih sekali pakai (tissue) di lingkungan sekitar.

15. Penyaluran Zakat Fitrah dan/atau ZIS (Zakat, Infak dan Shadaqah) :
a. Organisasi Pengelola Zakat, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan Panitia Pengumpul Zakat Fitrah dan/atau ZIS yang berada dilingkungan masjid, musala dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat untuk menghindari penyaluran zakat fitrah kepada Mustahik melalui tukar kupon dan mengadakan pengumpulan orang;
b. Organisasi Pengelola Zakat Fitrah dan/atau ZIS yang berada di lingkungan masjid, musala dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat untuk menghindari penyaluran zakat fitrah kepada Mustahik melalui tukar kupon dan mengumpulkan para penerima zakat fitrah.

16. Petugas yang menyalurkan zakat ke masyarakat kiranya dilengkapi alat pelindung kesehatan seperti masker, sarung tangan dan alat pembersih sekali pakai (tissue);

17. Senantiasa memperhatikan instruksi Pemerintah Pusat dan Daerah setempat terkait pencegahan dan penanganan Covid-19. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya