Sempat Tuai Protes Warga Sekitar, RS Rujukan Covid-19 ‘Sayang Bunda’ Dilempari Batu

23 April 2020 05:48
Sempat Tuai Protes Warga Sekitar, RS Rujukan Covid-19 ‘Sayang Bunda’ Dilempari Batu

POSMAKASSAR.COM – Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Sayang Bunda, yang sejak Maret 2020 lalu menjadi salah satu RS rujukan pasien virus corona atau COVID-19, sekaligus posko bagi relawan dan tenaga medis di Kota Makassar, dikabarkan dilempari batu oleh orang tak dikenal (OTK).

Akibat kejadian itu, salah satu bagian jendela kaca rumah sakit yang terletak di Jalan Letjen Hertasning No.52, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar itu pecah.

“Kaca jendela yang pecah ada di lantai dua bagian belakang,” kata Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Nurtjahyana kepada sejumlah awak media, Rabu (22/4/2020).

Menurut Nurtjahyana, berdasarkan keterangan saksi benama Basuki Cahyo dan Syahrul selaku koordinator posko relawan COVID-19, pelemparan tersebut terjadi pada hari Selasa tanggal 21 April 2020 sekitar jam 23.30 Wita.

Dikatakannya, kasus pelemparan RS Sayang Bunda ini masih dalam penyelidikan pihaknya. Polisi masih meminta keterangan beberapa saksi lain yang berada di lokasi.

Dugaan sementara, pelemparan itu terjadi setelah adanya penolakan warga terhadap pendirian posko relawan penanganan COVID-19 di lokasi itu.

“Sebelum berdirinya posko tim relawan COVID-19, masyarakat setempat memang sempat berkumpul di depan RS Sayang Bunda, sebagai aksi protes dan tidak terima kalau di tempat tersebut akan dibangun posko relawan penanganan COVID-19,” kata Nurtjahyana.

Dia menyebut warga melakukan protes itu karena menganggap adanya posko relawan dan tenaga medis COVID-19 akan berdampak buruk terhadap masyarakat sekitar.

“Namun telah dimediasi oleh Pak Lurah dan pemerintah setempat dan diberikan penjelasan barulah disetujui,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Rappocini Kompol Ashari mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku pelemparan.

“Setelah kami lakukan olah TKP dan mengumpulkan saksi, selanjutnya kami akan mencari pelakunya,” kata Kompol Ashari di Makassar, Rabu (22/4/2020).

Ashari mengatakan, RS Sayang Bunda biasanya digunakan oleh para relawan dan tenaga medis untuk beristirahat setelah bekerja melakukan bantuan medis.

Dia juga membenarkan adanya penolakan warga beberapa waktu lalu terhadap posko relawan dan tenaga medis yang berdiri di sana.

“Memang benar, sempat diprotes masyarakat karena khawatir jangan sampai jadi penyebaran Corona,” ungkapnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya